Mereka diberi kebebasan oleh wanita yang juga Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) ini untuk memilih jajanan di minimarket miliknya.
Ya, usai acara utama berupa dzikir dan tausyiah yang dihelat di lantai dua TokoKita Kampoeng Malang, anak-anak diajak ke bawah untuk menikmati suguhan bakso dan memilih jajanan.
"Anak-anak kita beri voucher untuk jajan. Ya jumlahnya memang tidak banyak. Tapi paling tidak itu bisa menyenangkan hati mereka sebagai anak-anak," tukas Niniek.
Puluhan anak yatim yang didominasi perempuan itu pun berlarian menuruni tangga. Mereka mencari jajan kesukannya dan menaruhnya di kasir.
Yang bikin trenyuh, saat yang lain memilih makanan atau jajanan kesukaan, ada satu anak yang justru membeli minyak goreng. Pilihan yang out of the box untuk seorang anak.
"Saya memperhatikan seorang anak, memilih membeli Minyak goreng.
Langsung hati ini rasanya meleleh, saat ditanya dia menjawab ingin membelikan ibunya minyak goreng, mulia sekali," ceritanya.
Ya, Ninik memang sengaja mengundang puluhan anak yatim piatu dari Yayasan Miftah Babul Ulum untuk menutup tahun 2020.
Karena baginya, lewat acara yang diadakan Jalan Danau Sentani Raya E3F/22, Sawojajar, Malang, Selasa, (31/12) itu jadi salah satu caranya bermuhasabah diri.
"Kita harus percaya ke Allah dan tak perlu takut harta kita berkurang. Karena berapapun harta kita yang kita berikan untuk sodaqoh, pasti akan berkah," tuturnya.
Wanita yang punya bisnis brand Kampoeng Malang ini kedepan punya mimpi memajukan usaha kecil menengah (UKM) di Kota Malang.
Langkah kongkritnya terlihat dari banyaknya produk UMKM yang sudah ada di dalam minimarket miliknya. Mulai coklat yang ia gagas, sampai berbagai produk UMKM lain. Intinya, Niniek ingin membarakan semangat UMKM lokal.
“Ini yang kedua. Sebelumnya tahun lalu kita adakan lomba adzan subuh yang diikuti muadzin cilik. Tahun ini, kita ingin buktikan kalau tahun baru ini bisa juga diisi lewat syiar agama berisi siraman rohani,” tambahnya ditemui usai acara.
Dia berharap, dengan bermuhasabah lewat dzikir bersama yatim piatu bisa membawa berkah di tahun mendatang. Menurutnya, tahun baru memang tak harus dirayakan dengan hura-hura.
"Kita harus refleksi diri, cara salah satunya bisa lewat bermuhasabah diri bersama dengan anak-anak yatim ini,” tutup dr Niniek Burhan SpPD, owner CV Sentani.
Selama acara, tausyiah Kajian dari Ust. Siti Romlah hingga salawat dan ceramah yang diberikan Faisal Reza dari Gondanglegi pun tak ketinggalan menarik perhatian khalayak yang hadir.
Mimpinya ke depan, ia berharap mampu menyatukan UMKM dalam Planet UKM yang ia gagas. Ia mengaku juga bakal mengembangkan aplikasi berbasis teknologi untuk promosi produk UMKM dan mengikuti zaman.
Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Editor: Indra M Editor : Radar Malang Administrator