Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Tanda Pria Mengidap Toxic Masculinity, Kamu Termasuk?

Shuvia Rahma • Senin, 31 Agustus 2020 | 20:07 WIB
sumber: beauty journal
sumber: beauty journal
RADARMALANG- Berawal dari budaya patriarki turun temurun di Indonesia menyebabkan munculnya berbagai stigma terhadap perilaku keseharian pria. Sampai sekarang, stigma terhadap maskulinitas ini masih sering terdengar di lingkungan masyarakat. Akibatnya, menumbuhkan toxic masculinity yang dapat mempersempit ruang gerak dan mempengaruhi mental pria.

melansir dari berbagai sumber, berikut 5 tanda pria terkena toxic masculinity.
1. Menganggap Diri Harus Dominan Ketimbang Wanita
Kebiasaan ini lekat dengan budaya patriarki, yakni menganggap wanita lebih lemah darinya. Ketika ia menjalani hubungan maka tidak bisa menerima jika pasangan memiliki penghasilan lebih dan tidak suka apabila dinasehati oleh pasangan.

2. Berpikiran Pria Tidak Boleh Menangis
Menangis adalah buah dari emosi ketika kamu sedih atau terharu. Maka merupakan suatu kewajaran jika kamu melepaskan emosi dengan menangis. Bahkan manfaat dari melepas emosi yakni bisa membuatmu membuat mood kembali baik serta terhindar dari depresi.

3. Mengejek Pria yang Menggunakan Skincare
Skincare pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit. Namun stigma yang diberikan pada pria adalah sosok yang gagah, keras dan tidak suka merawat wajah. Padahal meskipun kamu pria, kulitmu tetap butuh nutrisi yang cukup untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

4. Mengejek Pria yang Galau Karena Cinta
Hampir mirip dengan mindset pertama, bedanya kali ini berkaitan dengan cinta. Yakni menganggap galau karena cinta itu tidak maskulin. Padahal galau karena cinta juga merupakan hal yang manusiawi, setiap orang bisa kapan sa ja dilanda galau dengan catatan asal tidak berlebihan.

5. Menjauhi Pria yang Menunjukkan Sisi Feminin
Terkadang terdapat pria yang menyukai warna pink, suka memakai bandana, menguncir rambut atau bersuara lembut seperti wanita. Apabila kamu menilai ia seperti perempuan atau bahkan banci maka itu bisa menjadi tanda jika toxic maskulinity telah tumbuh dipikiranmu. Padahal tidak ada salahnya jika kamu bersikap lembut terhadap orang disekitar atau menunjukkan sisi feminin lainnya.

Penulis : Ita Sukartina Editor : Shuvia Rahma
#toxic masculinity #patriarki #Relationship