Tawaran itu diakui Agnez Mo memang cukup menggiurkan. Akan tetapi, ia menolaknya. Agnez tidak mau mengorbankan imejnya yang positif di Tanah Air dalam waktu sesaat. “Saya waktu itu cuma disuruh datang 30 menit dibayar 25 ribu USD, nggak ngapa-ngapain cuma duduk datang diputar lagunya terus pulang. Tapi buat saya ngapain ? Buat apa? Cuma dapat segitu tapi brand image yang saya bangun dari kecil rusak,” kata Agnez Mo dalam akun YouTube V Entertainment.
Agnez Mo mengakui antara Amerika dan Indonesia memang memiliki kultur berbeda. Namun pelantun ‘Matahariku’ memutuskan menolak tawaran tersebut karena juga tidak sesuai dengan panggilan hati nuraninya. “Satu lagi saya orang beriman, saya punya Tuhan. Saya nggak bisa lakukan itu karena bertentangan dengan my principle,” ucapnya.
Menurutnya, kesuksesan itu tidak melulu harus menerima semua tawaran yang datang. Justru kesuksesan itu dengan tidak menerima semua hal. “Saya punya kesempatan setiap hari kerja. Secara income lebih baik gitu dong, kerja setiap hari. Tapi yang bikin saya lari maraton justru karena saya bilang nggak harus kerja setiap hari,” katanya.
Agnez Mo menolak sejumlah program dan pekerjaan yang disodorkan kepada dirinya bukan karena tidak ada waktu. Ia memutuskan menolaknya supaya memiliki waktu yang cukup untuk diri sendiri. “Saya perlu waktu untuk recharge myself untuk saya bisa lari maraton,” tutur Agnez Mo.
Sumber: JawaPos.com
Editor : Ahmad Yani