Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Sekadar Visual Saja, Drama Korea Juga Punya Pesan Lainnya

Aditya Novrian • Jumat, 19 April 2024 | 21:09 WIB
Beberapa drama Korea yang tayang di Agustus (ist)
Beberapa drama Korea yang tayang di Agustus (ist)

RADAR MALANG - Telah menjadi rahasia umum bahwa Korea Selatan, meskipun maju dalam banyak aspek, masih menahan budaya patriarki yang kuat. Namun, hal tersebut juga dibersamai dengan banyaknya gerakan perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Korea. 

Salah satunya dengan semakin banyaknya drama Korea yang mengeksplorasi dan mengecam ketidaksetaraan gender dalam masyarakat melalui ceritanya. Salah satu contoh dari fenomena ini adalah drama populer "Because This is My First Life".

Drama ini dengan tegas menggambarkan penolakan terhadap budaya patriarki dalam dialog pembukaan episode pertamanya. 

”Di usia 9 tahun aku mempelajari bahwa sebelum meniup lilin kita harus membuat keinginan dahulu. Namun, di rumah kami, seorang anak perempuan tidak akan punya kesempatan untuk membuat keinginan" dialog tersebut langsung menyoroti ketidakadilan gender yang masih berlangsung.

Tidak hanya itu, beberapa drama lainnya juga menampilkan tokoh laki-laki yang mempromosikan kesetaraan gender. Melalui karakter-karakter yang kuat dan mendukung, dramawan Korea menyuarakan pesan bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam segala hal. 

Ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi instrumen perubahan sosial yang kuat. Gerakan ini berdampak terhadap minat perempuan Korea terhadap karir dan kemandirian ekonomi semakin meningkat. 

Penggambaran tokoh laki-laki yang mencerminkan kesetaraan juga telah mengubah standar dalam mencari pasangan hidup. Tidak lagi hanya menjadi pertimbangan fisik atau status sosial, tetapi nilai-nilai seperti penghargaan terhadap kesetaraan gender menjadi faktor penting dalam memilih pasangan.

Yang lebih menarik lagi, gerakan ini tidak hanya mempengaruhi generasi muda. Pola pikir dari generasi tua yang awalnya mendukung budaya patriarki pun perlahan mulai berubah. 

Dengan begitu, gerakan kesetaraan gender melalui media hiburan seperti drama Korea telah berhasil menembus dan mengubah pola pikir masyarakat secara menyeluruh. Melalui drama-drama ini, Korea Selatan membuktikan jika budaya pop yang dimilikinya tidak hanya berfungsi sebagai hiburan masyarakat tetapi juga menjadi pusat perubahan sosial yang menginspirasi.  Budaya patriarki yang telah lama tertanam dalam masyarakat mulai tergeser oleh semangat kesetaraan gender.  Meskipun perubahan itu terjadi perlahan, namun pasti dampaknya terasa luas dan berkelanjutan. (Taqia Ilmi Zakia)

 

Editor : Aditya Novrian
#Drama Korea #film #hiburan