MALANG KOTA - Sebanyak 24 Finalis Duta Hijab Radar Malang (DHRM) berlatih keahlian baru pada Rabu (19/2). Merekaut belajar membuat pipe flower dan merangkainya menjadi buket bunga. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari proses karantina.
Selama lebih dari 90 menit, para finalis tersebut fokus menyimak dan mempraktikkan proses pembuatan bunga dari kawat bulu. Bertempat di Lantai 3 Malang Creative Center (MCC), workshop tersebut dipandu langsung oleh Papperfor dan see buket.
Baca Juga: 12 Finalis Duta Hijab Radar Malang Dapat Tantangan Menulis Opini
Untuk finalis DHRM Cilik, mereka belajar membuat mainan dari kawat bulu. Sementara finalis DHRM belajar membuat bunga dan buket dari kawat bulu tersebut.
Salah satu finalis DHRM Cilik Kanyapuri Nareshwari senang belajar membuat mainan baru. Mainan yang dibuat berbentuk stik dan di ujung atasnya terdapat bentuk siput. Di dalamnya bola berisi mainan warna-warni.
”Kalau digoyangkan bisa berbunyi,” tutur siswa kelas 3 SDN 3 Bareng tersebut.
Menurutnya, membuat mainan tersebut cukup susah. Namun Kanya dan teman-temannya bisa menyelesaikannya dengan arahan dari para panitia dan pemberi materi.
”Nanti aku buat mainan di rumah,” tambahnya.
Baca Juga: Duta Hijab Radar Malang Unjuk Bakat di Panggung CFD
Owner Paperfor Carrine Wiranti mengatakan, workshop membuat mainan dari kawat berbulu untuk anak-anak dapat membuat mereka paham proses membuat mainan itu tidak sebentar.
”Selain itu kreativitas mereka juga dapat terasah,” tuturnya.
Pipe flower cukup banyak diminati di Kota Malang, terutama oleh para perempuan. Dengan workshop tersebut, para finalis duta hijab diharapkan dapat memanfaatkan peluang bisnis dengan keahlian yang baru.
”Mereka sangat antusias, karena mungkin mereka sering melihat pipe flower, tapi tidak tau cara membuatnya,” terangnya.
Rangkaian karantina sudah berlangsung selama tiga hari. Setelah itu para finalis melakukan latihan dan persiapan untuk menghadapi malam grand final pada 27 Februari nanti. (dur)
Editor : Aditya Novrian