Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puasa Lancar Tanpa Nyeri: Tips Ampuh Atasi GERD Saat Ramadhan

Aditya Novrian • Rabu, 26 Februari 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi seseorang yang menderita GERD. (freepik.com)
Ilustrasi seseorang yang menderita GERD. (freepik.com)

RADAR MALANG—Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim.

Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung, puasa bisa menjadi tantangan tersendiri.

Gejala seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, dan rasa asam di mulut dapat mengganggu kenyamanan berpuasa.

Untuk memastikan puasa tetap lancar tanpa gangguan, berikut beberapa saran yang dapat diikuti:

Pilih Makanan yang Tepat saat Sahur dan Berbuka

Hindari makanan yang dapat memicu peningkatan asam lambung, seperti makanan pedas, berlemak, cokelat, kafein, dan minuman berkarbonasi.

Sebaliknya, konsumsi makanan yang mudah dicerna dan rendah lemak, seperti oatmeal, pisang, dan roti gandum.

Makanan ini dapat membantu menjaga kestabilan asam lambung selama berpuasa.

Makan dengan Porsi Kecil dan Perlahan

Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

Mulailah dengan porsi kecil dan kunyah makanan secara perlahan.

Hal ini membantu mencegah perut kembung dan mengurangi risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Hindari Langsung Berbaring Setelah Makan

Setelah sahur atau berbuka, beri jeda waktu setidaknya 2-3 jam sebelum berbaring atau tidur.

Berbaring segera setelah makan dapat memicu refluks asam lambung. Posisi tegak membantu gravitasi menjaga asam lambung tetap di perut.

Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengurangi gejala GERD.

Hindari Merokok dan Konsumsi Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol dapat melemahkan otot sfingter esofagus bawah, sehingga mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan.

Menghindari kedua hal ini sangat disarankan bagi penderita GERD, terutama saat berpuasa.

Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Jika diperlukan, konsumsi obat-obatan seperti antasida atau penghambat pompa proton (PPI) sesuai resep dokter.

Obat ini membantu mengurangi produksi asam lambung dan meredakan gejala GERD.

Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai pengobatan.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, penderita GERD dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan minim gangguan. Selalu perhatikan sinyal dari tubuh dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala berlanjut. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#ramadhan #Puasa #gerd