RADAR MALANG - Di balik botol cantik skincare yang berjejer di rak, siapa sangka, sebagian produk perawatan kulit yang kita pakai sehari-hari justru bisa ‘melukai’ bumi secara perlahan. Masalah ini tak hanya datang dari bahan kimia berbahaya yang ikut terbawa limbah air, tapi juga dari kemasan plastik yang sulit terurai dan proses produksi yang menyumbang emisi karbon.
Kabar baiknya, tren skincare kini semakin bergeser ke arah yang lebih ramah lingkungan. Brand-brand kecantikan mulai menyadari bahwa kulit cantik harus sejalan dengan planet yang sehat.
Baca Juga: Simak, 4 Rekomendasi Toko Make up dan Skincare Termurah di di Kota Malang!
Bagaimana ciri produk yang ramah lingkungan?
- Menggunakan bahan natural, organik, dan tidak mengandung bahan kimia keras (seperti paraben, SLS, pewangi buatan).
- Diuji tanpa kekejaman hewan (cruelty-free).
- Memiliki kemasan minimalis yang bisa didaur ulang atau refill.
- Diproduksi dengan proses yang hemat energi dan ramah lingkungan.
Contoh Produk Skincare Ramah Lingkungan dan Alasannya:
- N’PURE Cica Series
Produk lokal satu ini banyak diminati karena memakai Centella Asiatica dari alam sebagai bahan utama, sangat cocok untuk kulit sensitif tanpa perlu khawatir iritasi akibat bahan kimia. N’PURE juga memiliki komitmen mengurangi pemakaian plastik dan mendukung program daur ulang botol bekas dari konsumennya. - Sensatia Botanicals
Brand asal Bali ini tidak hanya menawarkan formula berbahan alami seperti aloe vera, charcoal, dan tea tree, tapi juga memiliki sertifikasi cruelty-free dan kemasan botol kaca yang ramah lingkungan. Bahkan sebagian besar produk dikemas ulang (refill station) di outlet mereka, jadi limbah plastik bisa ditekan semaksimal mungkin. - The Body Shop – Drops of Youth
Produk ini terkenal sebagai skincare anti-aging berbasis tanaman. Selain bahan-bahannya dari pertanian berkelanjutan, The Body Shop sejak lama aktif mengkampanyekan “Return, Reuse, Recycle” untuk kemasan botol kosong. Bahkan, setiap pembelian produk, kamu berkontribusi dalam program restorasi lingkungan global mereka. - Klei & Clay Natural Skincare
Brand lokal yang mengusung filosofi minimal waste ini menghadirkan produk perawatan wajah seperti masker, facial wash, hingga lip balm dengan kemasan eco-friendly — banyak yang menggunakan kaca atau kaleng daur ulang. Formulanya juga tidak memakai zat pewarna buatan dan bebas dari bahan pengawet berbahaya.
Baca Juga: Termurah dan Terlengkap, Ini Tiga Rekomendasi Store Skincare Harga Kantong Mahasiswa
Kenapa Beralih ke Skincare Ramah Lingkungan?
Setiap produk yang kamu pilih bukan cuma berdampak pada kulit, tapi juga meninggalkan jejak pada bumi. Misalnya, microbeads plastik yang terkandung di scrub wajah akan ikut mengalir ke laut setelah dibilas, lalu termakan oleh ikan dan balik lagi ke tubuh manusia melalui makanan.
Belum lagi kemasan plastik dari skincare yang butuh waktu ratusan tahun untuk terurai di TPA. Kebiasaan kita yang sepele seperti gonta-ganti skincare tanpa memperhatikan kemasannya bisa jadi bom waktu bagi ekosistem.
Baca Juga: Waspadai Skincare Overclaim, Akun Dokter Detektif di TikTok Bongkar Rahasia
Dengan memilih skincare ramah lingkungan, kamu nggak cuma mempercantik diri tapi juga ikut menjaga masa depan bumi. Bayangkan, kalau tiap kita konsisten memilih produk berkelanjutan, gunungan sampah plastik bisa berkurang drastis, dan air limbah yang mengalir ke sungai jadi lebih aman. Jadi, jangan cuma pikir soal glowing skin, pikirkan juga apakah bumi juga “glowing” karena kita? (my)
Editor : A. Nugroho