MALANG KOTA - Film terbaru garapan sutradara Bayu Skak berjudul Cocote Tonggo mulai tayang pada 15 Mei lalu. Keesokan harinya, (16/5) para pemain film tersebut menyapa penggemar di Mopic Cinemas Malang di Jalan Soekarno Hatta.
Masyarakat pun berbondong-bondong ke sana untuk melihat film dan bertemu pemerannya. Selama proses syuting film, beberapa pemeran mengaku kesulitan dalam menyesuaikan bahasa. Sebab Cocote Tonggo merupakan film komedi dengan aksen bahasa khas Jawa Mataraman. Para pemeran harus lihai berbahasa ala wong Solo.
”Apalagi kami punya comedy corrector, jadi beberapa scene pas mau take dialognya berubah,” ujar Ayu Shita, penyanyi dan aktris yang berperan sebagai Murni.
Sembari berkelakar, Ayu Shita menunjuk Benidictus Siregar di sampingnya. Kerap saat pemeran sudah siap take scene, tiba-tiba Benidictus sebagai comedy corrector berdiskusi dengan Bayu Skak dan berakhir scene diganti menjadi lebih lucu.
Pemeran lain yang datang seperti Dennis Adhiswara, Devina Aureel, dan Firza Valaza menyetujui hal itu. Menurut mereka, film komedi memang penggarapannya harus lebih serius. Sebab menciptakan komedi yang fresh dan banyak diterima orang adalah satu perkara yang sulit.
Cocote Tonggo sendiri mengangkat kisah pasangan suami istri bernama Luki dan Murni. Masing-masing diperankan Dennis Adhiswara dan Ayu Shita. Mereka menjadi bahan gunjingan tetangga lantaran menjual jamu kesuburan, namun tidak segera memiliki anak.
”Melalui film ini kami ingin berpesan agar orang-orang tidak mudah ngomong pedes ke tetangga,” ujar Dennis selepas acara fanmeeting di Mopic Cinemas.
Selain itu, Dennis juga berharap film Cocote Tonggo bisa diterima masyarakat hingga penontonnya berjuta-juta. Katanya, semoga berjuta-juta orang senang dan berjuta-juta orang tersadarkan untuk memperhalus omongan.
Di sisi lain, Owner Mopic Cinemas Malang Rulya Febriana mengungkapkan, antusiasme masyarakat Malang yang sangat besar terhadap film Cocote Tonggo. Dibuktikan dengan penjualan tiket yang ludes sejak ditayangkan. Cocote Tonggo sendiri dibuka satu studio besar dengan empat kali tayang di Mopic Cinema.
”Animo penonton perlahan meningkat, tiketnya sold out lebih 700 kursi,” pungkas Rulya. (aff)
Editor : Aditya Novrian