RADAR MALANG – Tren kembali ke alam semakin digemari masyarakat. Salah satunya dengan menanam tanaman herbal atau jamu di pekarangan rumah. Selain mudah dirawat, tanaman ini juga bisa dipetik langsung untuk kebutuhan sehari-hari, baik sebagai bumbu dapur, ramuan kesehatan, maupun minuman tradisional.
Di Kota Malang yang berhawa sejuk, berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA) bisa tumbuh subur. Bahkan, warga bisa memanfaatkan halaman depan, pot kecil di teras, hingga lahan sempit untuk menanam. Berikut 10 tanaman jamu yang cocok dibudidayakan di rumah.
1. Jahe
Jahe dikenal sebagai tanaman penghangat tubuh, mengatasi mual, hingga memperkuat imun. Warga Malang bisa menanamnya di pot dengan media tanah gembur bercampur pupuk kandang. Tanaman ini hanya butuh sinar matahari sedang dan penyiraman rutin 2–3 kali seminggu.
2. Kunyit
Kunyit kaya akan kurkumin yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan hati. Selain itu, kunyit juga sering dijadikan pewarna alami makanan. Untuk menanamnya, cukup gunakan rimpang kunyit sebagai bibit, lalu tanam di tanah lembap dan biarkan tumbuh dengan penyinaran cukup.
3. Kencur
Bahan utama jamu beras kencur ini ampuh meredakan batuk, pegal, hingga meningkatkan stamina. Kencur bisa tumbuh baik di tanah gembur dan tidak butuh sinar matahari penuh, sehingga cocok untuk pekarangan sempit atau halaman rumah dengan cahaya teduh.
4. Temulawak
Tanaman ini terkenal sebagai jamu penambah nafsu makan dan penyehat hati. Temulawak bisa ditanam di tanah pekarangan rumah dengan drainase baik. Warga hanya perlu rutin menyiangi gulma agar tanaman tidak tersaingi.
5. Serai
Serai atau sereh selain untuk bumbu dapur, juga berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan pengusir nyamuk alami. Serai cocok ditanam langsung di tanah dan bisa tumbuh rimbun. Perawatannya cukup sederhana: siram saat tanah terlihat kering.
6. Daun Sirih
Daun sirih memiliki sifat antibakteri, baik untuk menjaga kesehatan mulut maupun mengatasi iritasi kulit. Sirih termasuk tanaman merambat, sehingga warga bisa menanamnya dekat pagar atau menyediakan penyangga agar merambat dengan baik.
7. Lidah Buaya
Selain bermanfaat untuk perawatan rambut, lidah buaya juga bisa dibuat minuman segar yang menyehatkan pencernaan. Tanaman ini tahan panas dan hanya butuh sedikit air, sehingga cocok ditanam di pot atau polybag di halaman rumah.
8. Sambiloto
Rasanya pahit, tapi khasiatnya luar biasa: dari meningkatkan imun hingga membantu mengontrol kadar gula darah. Sambiloto mudah tumbuh dengan penyinaran penuh dan cukup disiram dua kali sehari agar tanah tetap lembap.
9. Daun Pepaya
Selain dijadikan lauk, daun pepaya juga kerap digunakan dalam ramuan tradisional untuk melancarkan pencernaan. Warga bisa menanam bibit pepaya langsung di halaman rumah. Tanaman ini relatif cepat tumbuh dan tak butuh perawatan rumit.
10. Seledri
Seledri mudah ditanam di pot kecil, bahkan bisa menggunakan teknik hidroponik. Selain sebagai pelengkap masakan, rebusan air seledri diyakini bermanfaat menurunkan tekanan darah. Cocok untuk warga Malang yang punya lahan terbatas.
Dengan menanam tanaman jamu sendiri, warga Malang tak hanya mendapat manfaat kesehatan, tapi juga bisa menghemat biaya dapur sehari-hari. Apalagi dengan kondisi iklim Malang yang relatif sejuk, sebagian besar tanaman herbal bisa tumbuh dengan baik tanpa perawatan rumit. (id)
Editor : A. Nugroho