RADAR MALANG - Table manner atau etika di meja makan adalah seperangkat aturan bersikap saat makan bersama. Etika ini bisa diterapkan dalam situasi santai maupun formal. Aturannya sendiri mencakup mulai dari cara duduk sampai cara berinteraksi dengan rekan di meja makan.
Dengan mengikuti aturan-aturan ini, kita juga turut menghargai, menghormati, dan membuat suasana makan yang nyaman untuk semua pihak. Jadi bukan hanya tentang elegan dan tampil estetis belaka.
Untuk itu, kamu juga perlu mengetahui aturan-aturan ini khususnya ketika menghadiri pertemuan-pertemuan yang resmi atau bertemu orang penting. Ini tentu bisa membuat kamu meninggalkan impresi yang baik di mata mereka.
Berikut ini adalah beberapa poin-poin basic table manner yang bisa kamu praktikkan dalam jamuan makan.
1. Tunjukkan Kesan Pertama yang Baik
Etika di jamuan resmi bisa dinilai dari kesan pertama ketika kamu datang. Jadi pastikan untuk datang tepat waktu dan tunjukkan sikap yang sopan. Percaya atau tidak, namun datang terlambat bisa menunjukkan kurangnya respek terhadap orang lain yang sudah hadir.
Postur tubuh yang baik juga penting untuk diperhatikan. Duduklah dalam posisi yang tegak dan hindari menyilangkan kaki. Selain karena tidak sopan, menyilangkan kaki dalam waktu yang lama juga bisa membuat kamu tidak nyaman.
Dengan postur tubuh yang baik, kamu bisa menunjukkan rasa hormat kepada sesama. Orang lain akan melihat bahwa kamu bisa memahami situasi dan menghormati orang lain.
2. Menggunakan Alat Makan Secara Benar
Dalam jamuan formal atau restoran fine dining, penggunaan alat makan juga punya aturannya tersendiri. Misalnya untuk hidangan pembuka, penutup, dan lain-lain.
Menggunakan alat makan yang tidak sesuai fungsi terkadang bisa terlihat kurang sopan atau tidak menghargai penyedia makanan. Selain tahu fungsinya, penting juga untuk tahu cara pemakaian yang benar seperti memakai garpu dan pisau yang benar.
Menjaga kebersihan alat makan juga perlu untuk diperhatikan. Jangan sampai menggunakan alat makanmu untuk mengambil makanan di piring saji. Hindari juga membuat suara keras dan berdenting ketika menggunakannya. Dengan ini kita dapat menjaga suasana makan tetap tenang dan sopan.
3. Menjaga Etika Saat Makan
Setelah memahami etika penggunaan alat makan, kamu juga perlu tahu etika saat memakan hidangan yang disajikan. Salah satu yang paling penting adalah makan dengan mulut tertutup.
Mengunyah dengan mulut terbuka atau sambil berbicara bisa menghasilkan suara yang tidak nyaman didengar. Beberapa orang juga akan menganggap ini hal yang jorok dan mengganggu. Tindakan ini juga pasti dianggap kurang sopan karena seperti tidak menghormati orang lain yang makan bersamamu.
Jadi, pastikan untuk mengunyah makananmu dengan perlahan dan jangan berbicara ketika masih ada makanan di dalam mulut. Selain kurang sopan ini juga dapat menghindarkanmu dari risiko tersedak. Ini juga adalah bentuk apresiasi terhadap makanan yang kamu santap, sehingga pastikan untuk mengunyahnya perlahan dan rasakan citarasanya di dalam mulut.
4. Menghormati Orang Lain di Meja Makan
Aturan penting lainnya adalah dengan menghormati orang lain yang juga turut hadir di meja makan. Jangan terburu-buru menyantap hidangan ketika semua orang belum mendapatkan hidangannya, terutama dalam jamuan formal.
Ini bukan hanya sekadar kesopanan, namun juga menghormati tamu lainnya. Berbagi makanan, menawarkan piring, dan tidak mengambil sembarangan atau menyerobot dari piring orang lain juga menjadi bagian yang penting dari etika ini.
Pastikan juga untuk menjaga suara dan pemilihan kata saat berbicara di meja makan. Hindari juga untuk terlalu fokus pada telepon atau gadget karena itu dapat membuat orang lain merasa diabaikan dan tidak nyaman. Semua ini dapat membantu menciptakan suasana makan yang nyaman untukmu dan untuk orang lain.
Semoga setelah membaca ini, kamu jadi semakin percaya diri saat makan bersama orang banyak, entah itu di rumah, kafe, atau acara resmi nantinya. (kdk)