RADAR MALANG - Siapa di sini yang sering banget merasa perutnya penuh, tegang, atau bahkan terlihat buncit padahal baru makan sedikit? Rasa tidak nyaman yang sering kita sebut perut kembung atau begah ini punya istilah keren, yaitu bloating.
Kondisi ini umum banget dialami siapa saja dan bisa saja mengganggu aktivitas harianmu. Mulai dari kesulitan bernapas ringan sampai rasa nyeri yang lumayan mengganggu.
Kalau kamu relate dengan kondisi ini, yuk cari tahu lebih dalam tentang bloating dan cara menanganinya yang tepat. Dengan begini, kamu akan bebas dari bloating dan menjalankan aktivitas dengan lebih baik.
Sebenarnya, apa itu bloating dan mengapa bisa terjadi? Pada dasarnya, bloating terjadi ketika ada penumpukan gas, udara, atau cairan berlebih di dalam saluran pencernaan (usus dan lambung).
Penumpukan ini bukan tanpa sebab, lho. Ada beberapa kebiasaan makan dan kondisi tubuh yang diam-diam menjadi penyebabnya. Yuk cari tahu fakta-fakta bloating agar kamu tahu cara mengatasinya dengan tepat!
Kenali Beberapa Penyebab Bloating
Salah satu penyebab bloating yang paling sering terjadi dan mudah dihindari adalah menelan udara. Hal ini terjadi saat kita makan atau minum terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, merokok, atau minum minuman bersoda. Udara yang tertelan ini akan terperangkap di saluran pencernaan dan membentuk gelembung gas.
Selain itu, sembelit adalah pemicu bloating yang juga sangat umum. Saat feses tertahan terlalu lama di usus besar, hal ini akan memperlambat pergerakan gas di saluran pencernaan.
Selain itu, feses yang menumpuk memberi lebih banyak waktu bagi bakteri di usus untuk memfermentasi sisa makanan. Proses fermentasi inilah yang memproduksi gas berlebih dan membuat perutmu terasa kembung dan begah.
Sebagian orang juga mengalami bloating karena sistem pencernaannya tidak mampu memecah zat tertentu dari makanan. Dikenal juga sebagai intoleransi makanan. Contoh paling umum adalah intoleransi laktosa. Selain itu, makanan yang secara alami tinggi serat fermentasi, seperti brokoli, kembang kol, kubis, kacang-kacangan, dan bawang, juga dikenal sebagai makanan penghasil gas yang bisa memicu bloating.
Meskipun seringnya bloating hanya masalah pola makan biasa, kondisi ini juga bisa jadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius. Beberapa gangguan pencernaan kronis sering kali disertai dengan bloating yang cukup parah. Selain itu, perubahan hormon pada wanita menjelang atau selama menstruasi juga bisa menyebabkan bloating sementara.
Pencegahan dan Mengatasi Bloating
Bloating memah adalah fenomena yang cukup mengganggu, baik untuk kesehatan maupun penampilan. Untuk itu kamu perlu tahu beberapa pencegahan agar mampu mengatasi bloating ke depannya.
- Cobalah makan perlahan dan mengunyah makanan sampai benar-benar halus.
- Batasi konsumsi minuman berkarbonasi seperti soda yang dapat memicu bloating.
- Perbanyak konsumsi serat dan minum air putih agar pencernaan lancar.
- Cari tahu tentang intoleransi terhadap makanan yang dapat menyebabkan bloating.
- Jika terus mengalami bloating disertai nyeri hebat segera konsultasi ke dokter.
Dengan mengenali apa itu bloating dan menerapkan tips di atas, kamu bisa mengucapkan selamat tinggal pada perut begah dan kembali menjalani hari dengan lebih nyaman dan tanpa kembung! (kdk)