RADAR MALANG — Koper adalah sahabat setia setiap kali bepergian, entah untuk liburan, kerja, atau sekadar short trip akhir pekan. Tapi sering kali, koper rusak bukan karena kualitasnya jelek, melainkan karena cara pemakaian dan penyimpanannya yang asal. Padahal, kalau dirawat dengan benar, satu koper bisa tahan bertahun-tahun tanpa perlu ganti baru.
Yuk, simak lima cara simpel merawat koper supaya tetap awet dan siap dibawa ke mana saja!
1. Simpan di Tempat yang Bersuhu Normal
Koper memang kuat, tapi bukan berarti tahan segala kondisi. Hindari menyimpannya di tempat yang terlalu panas atau lembab, karena suhu ekstrem bisa merusak bahan koper. Koper dengan material polikarbonat atau ABS (jenis plastik keras) bisa melunak atau retak kalau disimpan di tempat panas.
Begitu juga dengan koper berbahan kain seperti nilon atau polyester. Jika terlalu lembab, kain bisa cepat lapuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Jadi, pastikan koper disimpan di ruangan bersuhu normal dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Selain menjaga bentuknya tetap kokoh, suhu yang stabil juga membantu menjaga kualitas sparepart koper seperti roda dan handle agar tidak cepat rusak.
2. Jangan Isi Koper Terlalu Penuh
Godaan terbesar sebelum traveling adalah keinginan membawa semua barang biar hemat budget sehingga nggak beli lagi. Tapi, memaksa koper menampung lebih dari kapasitasnya bisa jadi bahaya juga. Koper yang kelebihan isi bisa membuat bodynya meregang dan akhirnya pecah, terutama saat dimasukkan ke bagasi pesawat.
Gunakan koper dengan ukuran sesuai kebutuhan perjalanan. Kalau hanya pergi 2-3 hari, koper ukuran kecil sudah cukup. Menjejalkan terlalu banyak barang bukan cuma bikin koper rusak, tapi juga bikin berat bagasi naik dan dompet ikut menjerit.
Selain itu, isi koper secukupnya supaya resleting tidak mudah jebol. Resleting yang tertarik terlalu keras bisa copot dari jalurnya, dan memperbaikinya tidak murah.
3. Hindari Duduk di Atas Koper
Meskipun kelihatan kokoh, koper bukan kursi darurat. Banyak orang terbiasa duduk di atas koper saat di bandara saat antri. Padahal, beban dari tubuh manusia bisa membuat roda koper bengkok atau bahkan patah.
Khusus koper bertrolley, tekanan berlebih bisa membuat gagang tarik cepat longgar atau macet. Jika sudah begitu, kamu mungkin harus menggantinya lebih cepat dari yang seharusnya.
Lebih baik biarkan koper berdiri atau rebah di posisi stabil. Kalau lelah menunggu, cari kursi sungguhan saja. Lagipula, koper juga butuh istirahat dari tekanan manusia.
4. Gunakan Luggage Cover
Luggage cover alias pelindung koper bukan cuma aksesori lucu, tapi pelindung penting yang sering diremehkan. Saat koper dibawa ke bagasi, risiko tergores, terbentur, atau terkena cairan sangat tinggi. Dengan cover, body koper bisa terlindungi dari kotoran dan gesekan kasar.
Pilih cover berbahan elastis atau plastik tebal yang mudah dipasang dan dilepas. Selain melindungi dari goresan, luggage cover juga bikin koper kamu lebih mudah dikenali di ban berjalan bandara. Tidak perlu lagi khawatir koper tertukar karena warnanya mirip dengan milik orang lain.
Kalau tidak punya cover khusus, kamu juga bisa membungkusnya dengan plastik tebal. Asal jangan terlalu rapat agar sirkulasi udara tetap ada dan tidak menyebabkan lembab.
5. Bungkus Setelah Digunakan
Setelah selesai digunakan, koper jangan langsung disimpan begitu saja. Bersihkan dulu dari debu atau noda, lalu bungkus dengan plastik longgar atau dustbag. Cara ini membantu melindungi koper dari debu, goresan, dan serangga yang mungkin bersarang di sela roda atau resleting.
Jangan bungkus koper terlalu rapat, karena bisa membuat bagian dalamnya lembab. Lembap ini bisa merusak komponen kecil seperti roda dan handle, terutama yang berbahan plastik. Pastikan juga posisi penyimpanan tidak tertindih benda berat agar bentuk koper tidak berubah.
Kalau dirawat dengan cara ini, koper kamu bisa awet bertahun-tahun dan tetap terlihat seperti baru meski sudah sering dipakai bepergian. Tidak perlu beli yang baru tiap tahun, cukup rawat dengan benar, dan koper akan setia menemanimu ke mana pun.
(alf)
Editor : A. Nugroho