Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kerja Part Time Barista di Malang, Ini Cuan yang Bisa Didapat Mahasiswa  

Aditya Novrian • Minggu, 11 Januari 2026 | 08:00 WIB

 

ART TIME: Aktivitas barista di Warkop Makmur Plus, Merjosari. Mahasiswa bisa kerja part time di sana. (Dzaky W. Maulana)
ART TIME: Aktivitas barista di Warkop Makmur Plus, Merjosari. Mahasiswa bisa kerja part time di sana. (Dzaky W. Maulana)

MALANG- Libur semester kampus di Malang masih panjang. Bagi mahasiswa yang memilih tetap stay di Malang, banyak aktivitas yang bisa dilakukan dan mendatangkan uang. Yakni, bekerja paro waktu.

Bekerja paro waktu ini sudah biasa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa di Malang. Tidak ada lagi urusan gengsi seperti dulu. Bahkan, banyak mahasiswa dari keluarga mampu yang riang gembira melakukannya.

Mereka menganggap itu bagian dari praktik tentang entrepreneurship yang diajarkan di kampus-kampusnya.

Lalu, apa saja pekerjaan paro waktu yang bisa dilakukan oleh mereka? Cukup beragam dan hasilnya lumayan. Tinggal menyesuaikan dengan yang diminati. Salah satu di antaranya adalah menjadi barista atau waiter alias pelayan di kedai kopi.

Barista kedai kopi menjadi salah satu tren pekerjaan paro waktu yang paling digemari oleh mahasiswa di Malang. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Mulai dari bisa nongkrong gratis, bisa belajar dan praktik langsung tentang perkopian, hingga pekerjaan yang fleksibel.

Nongkrong dan mahasiswa seakan memang tidak dapat dipisahkan. Makanya, mahasiswa yang tidak pulang tetapi ingin tetap bisa nongkrong, bekerja paro waktu sebagai barista atau waiter alias pelayan di kedai kopi adalah pilihan yang mengasyikkan.

Terlebih di musim liburan seperti ini banyak kedai kopi yang membuka lowongan pekerjaan paro waktu. Mahasiswa bisa mencari informasinya dari akun medsos kedai-kedai kopi itu.

Seperti diakui Sana, 20, mahasiswa asal Kediri yang memilih tidak pulang dan bekerja sebagai barista di Warkop Makmur Plus, Merjosari.

“Saya terikat kontrak, sehingga liburan ini saya belum bisa pulang. Selain itu daripada nggak ngapa-ngapain ya saya memilih bekerja,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.

Biasanya ada dua sampai tiga sif kerja di kedai kopi. Pagi-siang dan siang-malam. Atau, pagi-siang, siang-sore, dan sore-malam. Satu sif bisa 6-8 jam tergantung kedainya.

Meski demikian, sif itu fleksibel. Artinya, mahasiswa seperti Sana bisa tukar sif jika ada kegiatan, apalagi perkuliahan di kampus.

“Makanya, kemarin saya masih bisa nyambi waktu masih belum libur kuliah,” sebut Sana. 

Sholeh, manajer Warkop Makmur Plus, mengaku bisa memaklumi. “Kami selalu minta KRS (kartu rencana studi) anak-anak untuk kami sesuaikan dengan jadwal mereka masuk kerja. Atau, kadang kita buat KRS-an bareng,” katanya.

Lalu, berapa cuan yang bisa didapat dengan bekerja paro waktu sebagai barista maupun waiter? Lumayan. Untuk waiter bisa hampir Rp 1 juta sebulan, sedangkan barista bisa mengantongi sampai Rp 1,3 juta sebulan. Sudah mengasyikkan, dapat cuan pula!

Penulis: Dzaky Wildan Maulana

Editor : Aditya Novrian
#liburan #mahasiswa #Cuan