Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kesepakatan Finansial, Kunci Harmoni Rumah Tangga

Aditya Novrian • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:10 WIB

Photo
Photo

KOTA MALANG – Konflik rumah tangga kerap bermula dari persoalan finansial. Psikolog Klinis Hanania Kidz Clinic, Udi Rosida Hijrianti, M.Psi., Psikolog, menekankan pentingnya kesepakatan dalam mengelola keuangan sebagai fondasi keharmonisan suami-istri.

Menurut Udi, tanpa komunikasi terbuka soal uang, perbedaan gaya pengelolaan keuangan dapat memicu stres, pertengkaran, bahkan renggangnya hubungan emosional.

“Masalah keuangan yang jelas dan dibicarakan bersama membuat pasangan tidak mudah curiga atau merasa diperlakukan tidak adil. Uang menjadi tanggung jawab bersama, bukan sumber saling menyalahkan,” ujarnya.

Udi menambahkan, konflik finansial sering kali bukan soal jumlah uang, melainkan perbedaan cara pandang. Ada pasangan yang hemat dan terencana, sementara yang lain fleksibel dalam membelanjakan. Jika tidak ada kesepakatan, ketegangan emosional pun mudah muncul.

Dampak psikologis dari kurangnya kesepakatan ini cukup serius. Pasangan bisa merasa cemas, tidak aman, dan kehilangan kepercayaan satu sama lain.

“Konflik keuangan yang terus berulang bisa mengikis kedekatan emosional dan membuat rumah tangga terasa melelahkan,” kata Udi.

Menanggapi maraknya konten media sosial tentang pengelolaan uang rumah tangga, termasuk podcast influencer, Udi mengingatkan pasangan muda untuk tidak menelan mentah-mentah pola yang ditampilkan publik figur.

“Setiap rumah tangga punya kondisi dan tantangan berbeda. Yang terpenting bukan meniru, tapi membangun kesepakatan sesuai kemampuan dan nilai keluarga,” tegasnya.

Kesepakatan finansial sebaiknya fleksibel dan dievaluasi secara berkala. Perubahan kondisi hidup, seperti kelahiran anak, pindah pekerjaan, atau situasi darurat, menuntut pasangan untuk menyesuaikan kesepakatan.

“Kesepakatan bukan aturan kaku. Komunikasi rutin membuat pasangan merasa aman dan saling didukung,” jelasnya.

Lebih jauh, keterbukaan soal keuangan dapat memperkuat ikatan emosional pasangan. Dengan saling memahami kondisi finansial keluarga, pasangan mampu menghadapi tekanan hidup dengan lebih tenang dan kompak.

“Uang memang soal angka, tapi dampaknya menyentuh perasaan. Rumah tangga yang sehat secara finansial dibangun dari kejujuran, komunikasi, dan saling pengertian, bukan gengsi atau perbandingan dengan orang lain,” pungkas Udi.

Editor : Aditya Novrian
#Hanania Kidz Clinic #psikolog