RADAR MALANG – Momen yang sangat dinantikan umat Islam setelah menahan lapar dan dahaga seharian adalah berbuka puasa. Tak hanya sekadar untuk makan dan minum, berbuka puasa juga memiliki makna yang mendalam yaitu sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT karena telah sempurna menyelesaikan kewajiban ibadah puasa.
Momen ini juga menjadi waktu untuk bersyukur serta mempererat silaturahmi dengan keluarga dan teman. Dalam praktiknya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mengucapkan doa berbuka puasa sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas rahmat dan kemampuan dalam melaksanakan ibadah puasa.
Dilansir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Imam Al-Nawawi dalam bukunya Al-Adzkar menyebutkan lima jenis doa berbuka puasa yang dapat dibaca. Anda dapat memilih satu dari lima doa berikut yang dirasa paling mudah dan nyaman untuk diingat serta dibaca. Berikut bacaan lima doa berbuka puasa yang bisa diamalkan.
1. Riwayat Abu Daud dari sahabat Ibnu Umar r.a
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah)
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud)
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan beserta Tata Caranya
2. Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Doa tersebut juga biasanya dibaca dengan tambahan lafadz, berikut tambahan doanya.
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa, dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka.”
3. Riwayat Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)
Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)
4. Riwayat Ibnu Sunni dari sahabat Ibnu Abbas
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)
5. Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”(Al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian