Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 8 Kisah 2 tentang Dialog Maisarah dengan Penghuni Kubur bahwa Jumatan Setara dengan Berhaji

Aditya Novrian • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:00 WIB

Sampul Kitab Ushfuriyah
Sampul Kitab Ushfuriyah

MALANG - Hikayat kedua dari hadis kedelapan tentang keutamaan hari Jumat dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar berkisah tentang Imam al Zindusti. Ia mendengar pengajian dari Imam Abu Muhammad ibn Abdillah al Fadhal yang disampaikan dalam bahasa Persi.

Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 5 Kisah 1 tentang Kunci Surga Laa Ilaaha Illallah

Dalam pengajian itu, Al Fadhal menceritakan kisah dari Imam Al Auza’i. Al Auza’i mengisahkan, suatu ketika Maisarah ibn Khunais berjalan di pekuburan. Ia lalu mengucapkan salam kepada para ahli kubur:

Assalaamu’alaikum ya ahlal qubur. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Semoga Allah merahmati,mengampuni, dan memberkahi kami dan kalian semua pada saat menghadap-Nya, yaitu pada saat kami telah mengalami apa yang telah kalian alami.”

Kemudian Allah mengembalikan ruh ke jasad salah satu penghuni kuburan tersebut. Si penghuni itu menjawab salam Maisarah dengan perkataan yang fasih, “Beruntung sekali kalian wahai penduduk dunia! Kalian bisa melakukan haji di setiap bulan sebanyak 4 (empat) kali.”

“Ke mana kami melakukan haji sebanyak 4 kali di setiap bulan?,” tanya Maisarah.

Si penghuni kuburan menjawab, “Berangkat salat Jumat. Apakah kalian tidak tahu kalau salat Jumat adalah seperti ibadah haji yang mabrur dan diterima?”

Maisarah melanjutkan, “Beritahu kami amalan yang senantiasa bisa kami lakukan. Semoga Allah merahmatimu.”

“Beristighfarlah wahai penduduk dunia. Istighfar adalah sesuatu yang paling bermanfaat di akhirat,” jawab si penghuni kubur.

Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 3, Kisah 2 tentang Guru Abu Manshur yang Tidak Temukan Budak 80 Tahun

Maisarah bertanya, “Apa yang membuat Anda tidak menjawab salam kami tadi?”

Si penghuni kuburan menjawab, “Salam adalah perbuatan baik. Sedangkan bagi kami yang telah mati, perbuatan baik telah lewat. Tidak ada kebajikan lagi yang menambah amalan kami. Tak ada tambahan dosa lagi setelah kami mati. Sungguh, kami sangat bahagia jika kalian mengucapkan salam kepada kami: Semoga Allah merahmati mereka yang telah mati.”

Dari hikayat di atas, kita bisa memetik pelajaran tentang betapa pentingnya salat Jumat sebagaimana hadis kedelapan dalam kitab ini. Banyak keutamaan di dalamnya. Salah satunya tentang nilainya yang setara dengan ibadah haji yang mabrur. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
#ngaji ramadan #Kitab Ushfuriyah