Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 12 tentang Orang Durhaka yang Diperlihatkan Balasan Kenikmatan bagi Orang Saleh

A. Nugroho • Rabu, 4 Maret 2026 | 04:00 WIB

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 12 tentang Orang Durhaka yang Diperlihatkan Balasan Kenikmatan bagi Orang Saleh
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 12 tentang Orang Durhaka yang Diperlihatkan Balasan Kenikmatan bagi Orang Saleh

MALANG - Hadis kedua belas dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Ikrimah. Ia menceritakan bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya tentang firman Allah (QS Al Hijr: 47): “Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di hati mereka."

Atas hal itu, Ibnu Abbas menjawab, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ketika Hari Kiamat telah terjadi, akan didatangkan ranjang dari intan merah yang berukuran 20 mil x 20 mil, yang tidak terbelah dan putus sama sekali, yang digantung dengan Kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa. Kemudian Abu Bakar duduk di atasnya.

Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah

Kemudian didatangkan ranjang dari intan kuning yang memiliki ciri-ciri sama seperti ranjang merah. Kemudian Umar bin Khattab duduk di atasnya. Kemudian didatangkan ranjang dari intan hijau yang memiliki ciri-ciri sama juga seperti ranjang merah.

Kemudian Usman bin Affan duduk di atasnya.
Kemudian didatangkan ranjang dari intan putih yang memiliki ciri-ciri sama juga seperti ranjang merah.

Kemudian Ali bin Abu Thalib duduk di atasnya. Kemudian Allah memerintahkan ranjang-ranjang intan itu terbang membawa mereka di udara.

Ranjang-ranjang itu terbang sampai di bawah naungan ‘Arsy Allah. Mereka didatangi tenda kemah dari intan yang indah. Andai seluruh penduduk di semua tingkatan langit dan bumi dan semua makhluk yang ada di sana dikumpulkan niscaya mereka semua hanya memenuhi satu sudut dari sudut-sudut tenda kemah itu.

Kemudian diberikan kepada mereka 4 (empat) gelas. Satu gelas untuk Abu Bakar. Satu gelas untuk Umar. Satu gelas untuk Usman dan satu gelas untuk Ali.

Kemudian mereka berempat memberi minuman kepada para manusia. Ini adalah maksud Firman Allah (dalam QS Al Hijr: 47): “Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada di dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.”

Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Kedua dari Hadis Ke-11 tentang Nabi yang Menegosiasi Pahala Sedekah kepada Allah

Kemudian Allah memerintahkan Jahanam untuk menyambar dengan kobaran-kobaran apinya dan mengeluarkan orang-orang yang keluar dari syariat Islam dan orang-orang kafir.

Setelah dikeluarkan, Allah membuka mata mereka. Tiba-tiba mereka melihat tempat-tempat para sahabat Muhammad SAW dan umatnya di surga.

Mereka berkata: “Mereka adalah orang-orang yang menyelamatkan para manusia sedangkan kita telah celaka.” Kemudian mereka dikembalikan lagi ke dasar neraka Jahanam.

Lalu Rasulullah berkata, “Tidak ada di neraka orang yang di dalam hatinya masih ada sedikit keimanan kecuali ia akan keluar dari sana dengan perantara syafaatku.”

Syekh al Imam ‘Alauddin az Zandusiti dalam kitab Raudhatul Ulama berkata, “Saya mendengar Sa’ad bin Muhammad al Astarusyani al Faqir az Zahid meriwayatkan dari al Kalabi, dari Abu Sholih, dari Ibnu Abbas, menjelaskan firman Allah: “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS Al Hijr: 2)

Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari hadis di atas. Yakni, tentang penyesalan yang sangat mungkin terjadi di akhirat nanti sebagai akibat dari ketidakpatuhan kepada Allah. Yakni, ketika kelak ditunjukkan balasan kebahagiaan bagi mereka yang senantiasa berada di jalan Allah dan rasul-Nya. Saat itulah, biasanya akan terucap ungkapan penyesalan, “Seandainya dulu di dunia...”


Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua untuk tetap berada di jalan-Nya. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

Editor : A. Nugroho
#saleh #firman #allah #kitab