RADAR MALANG - Hadis ke-40 adalah hadis terakhir dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar. Hadis ini diambil berdasar riwayat Ibnu Abbas. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Di akhir zaman, akan muncul para kaum yang wajah mereka seperti wajah manusia, hati mereka seperti hati setan, sifat mereka seperti sifat macan yang buas berbahaya.
Di dalam hati mereka tidak ada sedikit pun rasa belas kasih. Mereka adalah kaum-kaum yang menumpahkan darah dan tidak menghindari keburukan. Apabila kamu mengikuti mereka maka mereka akan mendekatimu.
Apabila kamu menunda sesuatu dari mereka maka mereka akan meng-ghibahmu. Apabila kamu percaya kepada mereka maka mereka mengkhianatimu.
Para anak kecil dari mereka adalah yang suka berutang. Para pemuda dari mereka adalah yang berkelakukan buruk. Para orang tua dari mereka adalah yang berkelakuan dosa. Mereka tidak memerintahkan kebaikan dan tidak mencegah kemungkaran.
Mencari kemuliaan dengan perantara dukungan dari mereka adalah suatu kehinaan. Hukum di antara mereka adalah bid’ah. Bid’ah di kalangan mereka adalah kesunahan.
Ketika kaum-kaum seperti ini muncul maka Allah akan menjadikan orang-orang buruk mereka sebagai para pemimpin. Orang-orang baik dari mereka berdoa tetapi tidak terkabulkan.
Syeh Muslim al-Abadani berkata: Telah mendatangi kami, yaitu Sholih al-Muri, Abdul Wahid bin Zaid, ‘Atabah al-Ghulam, dan Salmah al-Aswad. Mereka mengajakku dan kemudian beristirahat di tepi laut. Suatu malam, aku telah menyiapkan makanan untuk mereka. Aku mengundang mereka untuk makan bersama. Ketika mereka telah datang, aku meletakkan makanan di depan mereka.
Tiba-tiba ada suara yang berasal dari tepi laut dengan suara keras, “Celakalah kalian! Kalian telah disibukkan oleh makanan-makanan dan kenikmatan nafsu. Kedua hal itu tidaklah bermanfaat.”
Kemudian ‘Atabah berteriak keras hingga akhirnya ia pingsan. Mereka pun menangis dan menyingkirkan makanan. Mereka tidak mencicipi satu suapan pun.
Mu’adz bin Jabal berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi mengamalkan kesunahanku. Mereka melakukan bid’ah. Barang siapa yang mengamalkan kesunahanku pada zaman itu, maka ia adalah seperti orang asing dan sendirian. Barang siapa mengikuti kebid’ahan mereka maka ia akan memiliki 50 teman atau lebih banyak.”
Para sahabat bertanya, “Apakah setelah zaman itu ada kaum yang lebih utama daripada kami?”
“Iya. Ada,” jawab Rasulullah.
“Apakah kaum itu mengenal Anda?,” tanya para sahabat.
Rasulullah menjawab, “Tidak”.
“Apakah diturunkan wahyu kepada kaum itu?”
“Tidak”.
“Bagaimana sifat kaum itu?”
Rasulullah menjelaskan, “Mereka itu adalah seperti garam di dalam air. Hati mereka luluh sebagaimana garam larut di dalam air.”
Mereka bertanya, “Bagaimana mereka hidup pada zaman itu?”
Rasulullah menjawab, “Mereka hidup seperti ulat di dalam cuka.”
“Wahai Rasulullah! Bagaimana kaum itu menjaga agama mereka?”
Rasululah menjawab, “Mereka menjaga agama mereka seperti bara api yang berada di kedua tangan. Apabila kalian meletakkan bara api itu maka akan padam dan apabila kalian mengambilnya maka tangan kalian akan terbakar.”
Hadis ini berisi tentang peringatan Rasulullah tentang situasi kehidupan akhir zaman berikut dengan tanda-tandanya. Dengan peringatan itu, diharapkan kita bisa mengantisipasinya. Yaitu, dengan selalu berpegang kepada ajaran Al Qur’an dan Hadis Nabi.
Sekalipun konsekuensinya berat.
Semoga Allah melindungi kita semua dari yang demikian itu, dengan anugerah dan kemurahan-Nya. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)