Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kucing Sering Berontak Saat Dimandikan? Ini Cara Mengatasinya dengan Aman

Anna Tasya • Jumat, 10 April 2026 | 14:50 WIB
Dengan teknik yang benar, mandi kucing jadi lebih mudah dan aman. (Freepik)
Dengan teknik yang benar, mandi kucing jadi lebih mudah dan aman. (Freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Siapa pun yang memelihara kucing pasti paham betapa dramatisnya saat waktu mandi tiba. Hewan berbulu yang biasanya lembut dan penuh kasih ini bisa tiba-tiba berubah agresif ketika terkena air mencakar, berontak, bahkan mengeluarkan suara melengking seolah sedang disakiti. Padahal, memandikan kucing merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan bulu dan kulitnya, sekaligus menunjang kesehatan secara menyeluruh, terutama bagi kucing yang sering beraktivitas di luar rumah.

Berita baiknya, ada berbagai cara yang bisa membuat proses memandikan kucing jadi lebih mudah, tidak berontak dan tidak penuh drama. Berikut beberapa tips yang patut kamu coba!

Pastikan perlengkapan mandi sudah siap

Jangan sampai kamu sudah memegang kucing dalam keadaan basah, tetapi baru menyadari bahwa sampo masih tertinggal di kamar. Agar tidak merepotkan, sebaiknya siapkan terlebih dahulu seluruh perlengkapan yang dibutuhkan, seperti sampo khusus kucing, handuk bersih, sisir berbulu halus, gayung atau pancuran dengan tekanan air rendah, serta camilan favorit sebagai hadiah. Dengan persiapan yang matang, proses memandikan kucing akan menjadi lebih cepat, praktis, dan kucing tidak sempat melarikan diri di tengah proses.

Baca Juga: Penderita DBD Wajib Tahu! Ini Makananan yang Bantu Menaikkan Trombosit

Pastikan kuku kucing sudah dipotong

Ini salah satu tips yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting, terutama untuk melindungi tangan Anda. Sebaiknya, potong kuku kucing satu hingga dua hari sebelum dimandikan agar cakarannya tidak terlalu melukai ketika ia panik. Hindari memotong kuku terlalu dalam karena dapat mengenai bagian yang mengandung pembuluh darah. Kuku yang lebih pendek juga membuat kucing merasa lebih nyaman karena tidak dapat mencengkeram terlalu kuat saat meronta.

Pilih air hangat untuk memandikan kucing

Kucing sangat peka terhadap perubahan suhu. Air yang terlalu dingin dapat membuatnya terkejut dan semakin panik, sedangkan air yang terlalu panas tentu berisiko membahayakan. Oleh karena itu, gunakan air hangat dengan suhu yang mendekati suhu tubuh manusia agar kucing merasa lebih nyaman selama proses mandi berlangsung.

Gunakan sampo khusus kucing

Ini merupakan hal krusial yang tidak boleh diabaikan. Tingkat pH kulit kucing berbeda dengan manusia, sehingga penggunaan sampo manusia dapat menyebabkan iritasi, kulit kering, bahkan kerontokan bulu jika digunakan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, gunakan sampo khusus kucing yang telah diformulasikan dan teruji secara dermatologis. Jika kucing Anda memiliki kondisi kulit tertentu, seperti infeksi jamur atau kutu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan untuk menentukan jenis sampo yang paling sesuai.

Jangan mengenai area mata dan telinga

Saat memandikan kucing, sebaiknya fokus pada bagian tubuh, mulai dari leher ke bawah hingga ekor. Hindari menyiram air atau mengoleskan sampo pada area wajah, telinga, dan mata karena berisiko menimbulkan iritasi maupun infeksi.

Untuk membersihkan area wajah, gunakan kain lembap yang telah diperas hingga hampir kering, lalu usapkan secara perlahan. Sementara itu, bagian telinga dapat dibersihkan secara terpisah menggunakan kapas dan cairan pembersih telinga khusus kucing yang tersedia di toko perlengkapan hewan.

Keringkan kucing secara menyeluruh setelah dimandikan

Kucing yang dibiarkan dalam kondisi basah terlalu lama dapat mengalami kedinginan dan lebih rentan sakit, terutama pada anak kucing maupun kucing berbulu panjang. Oleh karena itu, segera bungkus kucing dengan handuk kering yang lembut, lalu keringkan dengan cara ditepuk perlahan, bukan digosok, agar bulunya tidak rusak.

Selanjutnya, kamu dapat menggunakan pengering rambut dengan suhu rendah dan menjaga jarak yang cukup aman, sambil menyisir bulunya agar kering secara merata dan tidak kusut. Pastikan kucing benar-benar kering sebelum dilepas, terutama jika berada di ruangan berpendingin udara.

Berikan camilan sebagai apresiasi

Setelah seluruh proses selesai, jangan lupa memberikan apresiasi. Camilan favorit, sesi bermain, atau sekadar pelukan dapat menjadi cara efektif untuk membuat kucing mengasosiasikan kegiatan mandi sebagai pengalaman yang menyenangkan.

Lakukan hal ini secara konsisten agar kucing semakin terbiasa. Seiring waktu, kucing dapat menjadi lebih tenang dan kooperatif saat dimandikan. Konsistensi dan kesabaran merupakan kunci utama dalam membangun kebiasaan tersebut.

 Baca Juga: Serasa Pulang ke Rumah, Roomah Akim Hadirkan Kafe Estetik dengan Cita Rasa Masakan Ibu

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara tepat, memandikan kucing tidak lagi menjadi momen yang menegangkan, baik bagi pemilik maupun hewan peliharaan itu sendiri. Selain menjaga kebersihan, proses mandi yang dilakukan dengan benar juga dapat mempererat hubungan antara kucing dan pemiliknya.

Pada akhirnya, memahami karakter dan kebutuhan kucing menjadi kunci utama. Dengan pendekatan yang lembut, persiapan yang matang, serta kesabaran, kucing dapat beradaptasi dan merasa lebih nyaman saat dimandikan. Jadi, tidak ada lagi drama berlebihan yang ada justru kucing yang bersih, sehat, dan tetap bahagia.

Editor : Aditya Novrian
#memandikan kucing #kucing berontak #kucing