MALANG, RADAR MALANG - Kamu pasti sering mendengar frasa ini, “Kamu adalah karakter utama di hidupmu.” Setiap orang terlahir sebagai karakter utama dalam kisah hidup mereka. Istilah main character energy sendiri merujuk pada cara pandang hidup di mana kamu melihat dirimu sebagai karakter utama dalam perjalanan hidupmu sendiri. Tapi itu bukan artinya merasa lebih penting dan kuat dari orang lain, tapi menyadari bahwa kamu memiliki kendali dan hak atas kehidupanmu.
Untuk mempelajari lebih dalam apa itu Main Character Energy, yuk kita belajar dari 3 karakter ini!
Baca Juga: Lebih Dari Sekadar Kenyamanan: Kenapa Perempuan Butuh Layanan Khusus?
-
Bair Waldorf
Dalam serial Gossip Girl, Blair Waldorf dikenal sebagai sosok ambisius yang memiliki standar tinggi terhadap dirinya sendiri. Salah satu sifatnya yang paling menonjol adalah, Blair tidak menunggu kesempatan datang, melainkan menciptakan peluang dan mengatur langkahnya dengan penuh perhitungan.
Tidak hanya itu, hal menarik dari Blair bukan hanya soal keberhasilannya, melainkan proses jatuh bangunnya. Ia kerap menghadapi kegagalan dan konflik emosional, tetapi tetap berusaha mempertahankan identitasnya. Dari sini, terlihat bahwa main character energy tidak identik dengan kesempurnaan, melainkan dengan keteguhan untuk tetap menjadi pusat kendali dalam hidup sendiri.
2. Maddy Perez
Di serial Euphoria, Maddy terkenal melalui keberanian menjadi dirinya sendiri. Dia tampil apa adanya, dengan mengenakan make up yang ekspresif, dan tidak ragu menunjukkan siapa dirinya, bahkan di lingkungan yang penuh tekanan sosial. Meski tinggal di keluarga yang disfungsional dan terjebak dalam hubungan toxic, Maddy tidak sepenuhnya kehilangan kendali atas dirinya.
Baca Juga: Self-Care Bukan Sekedar Tren: Cara Merawat Diri Tanpa Harus Mahal
Dalam beberapa episode, dia menunjukkan bahwa dibalik sikapnya yang tegas dan berani, dia hanyalah wanita yang menginginkan cinta. Tapi itu tidak membuat dirinya harus merendahkan standar atau mengorbankan harga diri demi mempertahankan hubungan tersebut.
Sikap ini merupakan bentuk self care dan boundaries, dimana bentuk cinta ke diri sendiri lebih penting daripada selalu sibuk menyenangkan semua orang.
3. Elle Woods
Sementara itu, Elle Woods dalam film Legally Blonde menghadirkan perspektif yang lebih ringan namun kuat. Elle sering diremehkan karena penampilannya yang feminin ditengah putih abu-abu dunia hukum, tetapi ia justru membuktikan bahwa kecerdasan dan ketekunan tidak harus mengorbankan jati diri. Dia bisa menjadi dirinya sendiri meski dianggap aneh oleh orang lain.
Perjalanannya di dunia hukum menunjukkan bahwa main character energy juga bisa hadir dalam bentuk konsistensi dan optimisme. Elle tidak mengubah siapa dirinya demi diterima, melainkan mengubah cara orang lain memandang dirinya.
Baca Juga: Siapa Pun Bisa Jadi Korban: Pelecehan dan Realita Laki-Laki
Seseorang dengan main character energy memahami bahwa hidupnya adalah narasi yang ia tulis sendiri. Ia tidak bergantung sepenuhnya pada validasi eksternal, tetapi juga tidak mengabaikan realitas sosial di sekitarnya. Ada keseimbangan antara kepercayaan diri dan refleksi diri.
Belajar dari tiga karakter tersebut, menjadi “karakter utama” bukan tentang siapa yang paling menonjol, melainkan siapa yang paling sadar akan arah hidupnya. Pertanyaannya, apakah kita benar-benar menjalankan peran itu, atau hanya menjadi figuran dalam cerita yang tidak kita tulis sendiri?
Editor : Aditya Novrian