Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar

Keshia Putri Susetyo • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:00 WIB
Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar (Source: Pexels/@FajriNugroho)
Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar (Source: Pexels/@FajriNugroho)

 

MALANG, RADAR MALANG - Dengan banyaknya klaim susu yang tertera di depan kemasan susu sapi, kita harus tetap teliti dalam memahami kandungan yang ada di minuman selain kita konsumsi. Agar tidak sekedar membeli berdasarkan iklan, penting untuk memahami cara membaca label nutrisi. 

Berikut cara-cara yang bisa kalian terapkan: 

 

Baca Juga: Parfum Powdery: Wangi Bersih yang Bikin kalian Terasa Fresh Sepanjang Hari

 

1. Komposisi

Tips cara membaca komposisi dari minuman susu adalah, membaca bahan pertama yang tertulis. Artinya, jika kalian menemukan susu sapi segar di urutan pertama, itu pertanda produk memang berbasis susu. Sementara, apabila kandungan pertama yang tertulis adalah air lalu gula di awal, maka kandungan utamanya justru bukan susu, melainkan air dan pemanis.

Penjelasan ini penting karena banyak produk di pasaran sebenarnya lebih tepat disebut minuman rasa susu, bukan susu murni. Selain itu, semakin panjang dan rumit istilah bahan tambahan, biasanya menandakan tingkat pengolahan yang tinggi (ultra-processed).

Akan tetapi, hal ini berbeda apabila kalian membeli susu almond atau susu kedelai yang memang bahan utamanya adalah air. 

2. Takaran Saji

Label gizi tidak selalu menunjukkan total isi kemasan, melainkan per sajian. Contohnya, satu kemasan 1 liter = 4 sajian. Jika tertulis 100 kalori per sajian, maka totalnya menjadi 400 kalori jika diminum sekaligus.

Kesalahan umum di sini adalah menganggap angka tersebut sebagai total, padahal tidak. Dengan memahami takaran saji, kamu bisa menghitung asupan sebenarnya secara lebih akurat.

 

Baca Juga: Ini Dia 5 Fakta Menarik Soal Personal Color Analysis yang Jarang Orang Tahu

 

3. Kandungan Gula

Susu memang mengandung laktosa, yaitu gula alami. Namun, banyak produk menambahkan gula ekstra untuk meningkatkan rasa. Yang perlu diperhatikan adalah Gula alami (laktosa) adalah bentuk wajar dan memang ada dalam susu. Tetapi apabila ada kandungan gula tambahan, perlu dibatasi. 

Jika total gula terlalu tinggi, apalagi berasal dari tambahan, sebaiknya dipertimbangkan kembali. Mengingat batas konsumsi harian sekitar 50 gram, satu minuman saja bisa menyumbang angka yang signifikan.

4. Protein dan Kalsium

Susu yang berkualitas harus memberikan manfaat nutrisi utama, terutama Protein yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan gigi

Sebagai acuan, satu gelas susu sapi umumnya mengandung sekitar 7–8 gram protein. Jika jauh di bawah angka ini, ada kemungkinan kandungan susunya tidak dominan. Untuk susu nabati, perhatikan apakah ada fortifikasi (penambahan nutrisi), karena secara alami kandungan proteinnya lebih rendah.

5. Lemak: Sesuaikan dengan Kebutuhan Tubuh

Kandungan lemak dalam susu beragam, dan tidak selalu buruk. Yang penting adalah memilih sesuai kebutuhan. Whole milk memiliki lemak yang lebih tinggi dan rasa lebih creamy dibanding low fat/skim yang lemaknya lebih rendah dan cocok untuk pengaturan kalori.

 

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini Jenis-Jenis Parfum Selain Eau de Toilette & Eau de Parfum

 

6. Persentase AKG

AKG (Angka Kecukupan Gizi) menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap kebutuhan harian. Cara membacanya:

< 5% → rendah (baik untuk gula, garam, lemak)

> 20% → tinggi (baik untuk kalsium, vitamin, protein)

Dengan melihat persentase ini, kamu bisa cepat menilai apakah suatu produk layak dikonsumsi rutin atau tidak.

Membaca label nutrisi bukan sekadar kebiasaan tambahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri. Balik kemasannya, baca komposisinya, dan beli minuman susu yang sesuai dengan kebutuhan kita. 

 

Editor : Aditya Novrian
#Nutrisi susu #Membaca label nutrisi #label nutrisi