RADAR MALANG- Surat Al Lahab dalam Al Qur’an terdiri dari lima ayat. Surat ini tergolong surat Makkiyah karena diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW berada di Makkah. Isinya tentang peringatan terhadap paman Nabi yang bernama Abu Lahab beserta istrinya yang selalu memusuhi utusan Allah tersebut.
Lalu, mengapa surat ini diturunkan oleh Allah SWT? Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam kitab Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul mengutip riwayat Ibnu Abbas yang menceritakan sebagai berikut:
Suatu hari Rasulullah SAW naik ke Bukit Shafa dan berseru, “Marilah kita berkumpul pagi ini.” Maka berkumpullah orang-orang Quraisy.
Lalu, Nabi bersabda, “Apa pendapat kalian seandainya aku mengabarkan bahwa besok pagi atau sore hari musuh akan mendatangi kalian, apakah kalian akan percaya kepadaku?”
Mereka (kaum Quraisy) menjawab, “Ya.”
Kemudian, Nabi kembali bersabda, “Sungguh, aku memperingatkan kalian bahwa azab yang dahsyat akan datang.”
Menanggapi hal ini, Abu Lahab murka dan berkata, “Binasalah Engkau (Muhammad)! Hanya untuk inikah Engkau mengumpulkan kami?”
Atas peristiwa inilah kemudian Allah menurunkan ayat 1-5 Surat Al Lahab. Demikian yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lainnya.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat An Nas dan Al Falaq Turun karena Ini
Riwayat lain disampaikan oleh Ibnu Jarir. Riwayat ini bersumber dari Yazid bin Zaid bahwa istri Abu Lahab, Ummu Jamilah, suka mencelakai Nabi. Yakni, dengan menyebarkan duri-duri di tengah jalan yang biasa dilewati oleh Nabi. Atas hal ini, turunlah ayat 1-5 Surat Al Lahab.
Bacaan Surat Al Lahab adalah sebagai berikut:
1) Tabbat yadaa abii lahabin wa tabb (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!)
2) Maa aghnaa ‘anhu maa luhuu wamaa kasab (Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan)
3) Sayashlaa naaran dzaata lahab (Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak/neraka)
4) Wa am ra atuhu hammaa latal hathab (Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar/penyebar fitnah)
5) Fii jiidihaa hablun min masad (Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal).
*) Disarikan dari Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi yang dialihbahasakan menjadi Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur’an, terjemahan Zenal Mutaqin dkk.
Editor : Tauhid Wijaya