MALANG, RADAR MALANG – Belakangan ini, nama Virus Hanta ramai diperbincangkan setelah muncul kasus di kapal pesiar internasional yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia. Meski terdengar mengkhawatirkan, masyarakat tidak perlu panik. Virus ini bukan seperti flu biasa yang mudah menular antar manusia. Justru, sumber utama penularannya berasal dari hewan pengerat seperti tikus.
Menurut data dari World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Baca Juga: Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar
Penularannya Bisa Terjadi Tanpa Disadari
Banyak orang mengira bahaya tikus hanya sebatas merusak makanan atau mengotori rumah. Padahal, aktivitas sederhana seperti menyapu gudang yang lama tidak dibersihkan ternyata bisa menjadi jalur masuk virus.
Virus Hanta paling sering menyebar melalui debu yang terkontaminasi kotoran atau urin tikus kering. Saat area tersebut disapu, partikel virus dapat beterbangan di udara lalu terhirup manusia. Selain itu, penularan juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi lalu memegang mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Makanan dan minuman yang terkena air liur atau urin tikus juga dapat menjadi sumber infeksi. Karena itu, keberadaan tikus di rumah tidak boleh dianggap sepele.
Baca Juga: Waspada! Daftar Makanan Favorit yang Diam-Diam Berisiko Picu Kanker
Jangan Asal Menyapu Kotoran Tikus
Salah satu kesalahan paling umum saat membersihkan rumah adalah langsung menyapu area bekas tikus dalam keadaan kering. Padahal, cara ini justru dapat menerbangkan partikel virus ke udara.
CDC merekomendasikan metode “Seal Up, Trap Up, Clean Up” sebagai langkah pencegahan utama agar rumah tetap aman dari tikus dan risiko hantavirus.
1. Seal Up: Tutup Jalan Masuk Tikus
Periksa celah kecil di dinding, ventilasi, plafon, atau bawah pintu. Tikus bahkan bisa masuk melalui lubang berukuran sekitar 6 mm. Gunakan kawat logam, semen, atau penutup khusus agar tikus tidak mudah masuk ke rumah.
2. Trap Up: Pasang Perangkap Secara Rutin
Area seperti dapur, gudang, loteng, dan tempat penyimpanan barang menjadi lokasi favorit tikus bersarang. Memasang perangkap secara berkala dapat membantu mengurangi populasi tikus sebelum berkembang lebih banyak.
3. Clean Up: Bersihkan dengan Cara Aman
Jika menemukan kotoran tikus, hindari langsung menyapu atau menggunakan vacuum cleaner.
Langkah yang lebih aman adalah:
- Semprot area dengan cairan desinfektan atau campuran pemutih pakaian dan air dengan perbandingan 1:10.
- Diamkan sekitar lima menit agar virus mati terlebih dahulu.
- Gunakan kain lembap untuk membersihkan area tersebut.
- Selalu memakai masker dan sarung tangan saat membersihkan ruangan tertutup atau lama tidak dipakai.
Baca Juga: Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Jangan Tertipu Ini Faktanya!
Simpan Makanan dengan Benar
Selain menjaga kebersihan rumah, penyimpanan makanan juga penting. Simpan bahan makanan dalam wadah plastik tebal atau kaca yang tertutup rapat agar tidak terkontaminasi tikus.
Jangan membiarkan sisa makanan terbuka semalaman karena aroma makanan dapat menarik tikus masuk ke rumah.
Lingkungan yang lembab, penuh tumpukan barang, dan jarang dibersihkan juga menjadi tempat ideal bagi tikus berkembang biak. Karena itu, membersihkan rumah secara rutin bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari perlindungan kesehatan keluarga.
Editor : Aditya Novrian