Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sama-Sama Bikin Melek, Ini Perbedaan Kafein dalam Kopi dan Matcha

Keshia Putri Susetyo • Selasa, 19 Mei 2026 | 04:00 WIB
Sama-Sama Bikin Melek, Ini Perbedaan Kafein dalam Kopi dan Matcha (Source: Pexels/@anchornhaven)
Sama-Sama Bikin Melek, Ini Perbedaan Kafein dalam Kopi dan Matcha (Source: Pexels/@anchornhaven)

 

MALANG, RADAR MALANG - Aroma kopi di pagi hari memang sulit ditolak. Namun belakangan ini, matcha mulai mencuri perhatian sebagai saingan sehat yang diklaim bisa bikin fokus tanpa efek deg-degan. Keduanya sama-sama mengandung kafein, sama-sama ampuh mengusir kantuk, tetapi sensasi yang diberikan ke tubuh ternyata sangat berbeda.

Banyak orang mengira semua kafein bekerja dengan cara yang sama. Padahal, sumber kafein bisa memengaruhi bagaimana tubuh merespons energi, fokus, hingga suasana hati. Itulah kenapa ada orang yang habis minum kopi langsung semangat seperti habis dicolok listrik, sementara setelah minum matcha justru merasa lebih tenang tetapi tetap produktif.

Baca Juga: Oat Milk Lebih Sehat dari Susu Sapi? Jangan Tertipu Ini Faktanya!

Lalu sebenarnya apa yang membedakan kafein dalam kopi dan matcha?

  1. Kopi Punya Kafein Lebih Tinggi, Matcha Lebih Stabil

Secara umum, kopi memang mengandung lebih banyak kafein dibandingkan matcha dalam satu cangkir. Satu cangkir kopi hitam ukuran sekitar 240 ml rata-rata mengandung sekitar 95 mg kafein, bahkan bisa lebih tinggi tergantung jenis biji dan metode seduhnya. Sementara matcha biasanya mengandung sekitar 40–70 mg kafein per sajian.

Meski begitu, jangan salah sangka dulu. Walaupun kadar kafeinnya lebih rendah, efek matcha justru sering terasa lebih halus dan tahan lama. Alasannya terletak pada kandungan unik bernama L-theanine, asam amino alami yang hampir tidak ditemukan dalam kopi.

  1. Efek Energi: Kopi Nendang Cepat, Matcha Lebih Kalem

Kalau kopi adalah teman lembur yang datang sambil dobrak pintu, matcha lebih seperti teman tenang yang membantu Anda tetap fokus tanpa drama.

Baca Juga: Jangan Terkecoh, Ini Bahaya Processed Juice yang Beda Jauh dari Jus Buah Segar

Kafein dalam kopi diserap tubuh dengan sangat cepat. Karena itu, efek melek dan fokusnya muncul hampir instan. Namun efek cepat ini juga sering disertai sensasi jantung berdebar, tangan gemetar, hingga rasa cemas pada beberapa orang yang sensitif terhadap kafein.

Tidak sedikit juga yang mengalami fenomena energy crash, yaitu kondisi ketika tubuh tiba-tiba terasa lemas setelah efek kopi mulai habis. 

Sementara itu, matcha bekerja lebih perlahan. Kandungan L-theanine membantu memperlambat penyerapan kafein sehingga energi dilepaskan secara bertahap selama sekitar 4 hingga 6 jam. Hasilnya adalah kondisi yang sering disebut sebagai calm alertness, fokus tetap tajam, tetapi pikiran terasa lebih rileks.

  1. Kenapa Matcha Bisa Bikin Tenang?

Rahasia utama matcha ada pada kombinasi antara kafein dan L-theanine. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa L-theanine dapat meningkatkan gelombang alfa pada otak, yaitu kondisi mental yang berkaitan dengan relaksasi, fokus, dan ketenangan. Kombinasi ini membantu tubuh tetap waspada tanpa memicu stres berlebihan. 

Baca Juga: Kenali PCOS Lebih Awal: Gejala dan Pencegahannya

Karena itu, banyak orang merasa matcha lebih nyaman diminum saat bekerja, belajar, atau menghadapi aktivitas panjang yang membutuhkan konsentrasi stabil. Selain itu, matcha juga kaya antioksidan bernama EGCG (epigallocatechin gallate) yang sering dikaitkan dengan metabolisme tubuh dan perlindungan sel dari radikal bebas. 

  1. Kopi Tetap Punya Kelebihan Sendiri

Meski matcha sedang naik daun, bukan berarti kopi kalah total. Bagi banyak orang, kopi tetap menjadi starter pack terbaik untuk memulai hari. Efek energinya yang cepat sangat membantu ketika tubuh benar-benar membutuhkan dorongan instan, terutama saat kurang tidur atau harus mengejar deadline.

Kopi juga memiliki cita rasa yang lebih kompleks dan variasi minuman yang luas, mulai dari espresso, latte, hingga cold brew. Belum lagi budaya nongkrong di coffee shop yang sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban.

Baca Juga: Teliti Sebelum Beli: Tips Membaca Label Nutrisi Susu dengan Benar

Namun, bagi orang yang memiliki lambung sensitif atau mudah cemas, kopi kadang bisa menjadi pedang bermata dua karena tingkat keasamannya relatif lebih tinggi dibandingkan matcha.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Jawabannya tergantung kebutuhan dan kondisi tubuh Anda.

Kalau kalian membutuhkan suntikan energi cepat untuk bangun di pagi hari, kopi bisa menjadi pilihan yang efektif. Namun jika Anda mencari fokus yang lebih stabil, minim rasa gelisah, dan tidak membuat tubuh tiba-tiba tumbang di siang hari, matcha bisa menjadi alternatif menarik.

Jadi, tim kopi atau tim matcha? Apapun pilihannya, yang penting jangan cuma jadi alasan buat begadang terus.

Editor : Aditya Novrian
#kafein di kopi dan matcha #perbedaan kandungan kafein #matcha #kafein #Kopi