MALANG, RADAR MALANG - Bagi kalian yang sering berbelanja di pasar tradisional maupun swalayan, memilih daging segar terkadang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi jika daging tersebut sudah dikemas rapi atau diberi pencahayaan lampu toko yang menipu mata. Salah memilih daging tidak hanya merusak rasa masakan, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan keracunan makanan akibat bakteri yang mulai berkembang biak.
Untuk menghindari zonk saat berbelanja, sebenarnya ada beberapa trik rahasia yang biasa kalian lakukan untuk mendeteksi daging yang sudah mulai membusuk. Menariknya, trik ini tidak membutuhkan alat canggih, melainkan hanya memaksimalkan panca indra kalian sendiri.
Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik dan Berkualitas
1.Fingerprint Test
Trik rahasia pertama dan yang paling mudah dilakukan adalah dengan melakukan Uji Tekan (Fingerprint Test). Saat Anda melihat potongan daging sapi atau ayam, cobalah tekan permukaannya dengan jari telunjuk yang bersih selama beberapa detik, lalu lepaskan.
Daging yang masih segar memiliki elastisitas yang sangat tinggi, teksturnya akan terasa padat dan bekas tekanan jari kalian akan langsung kembali ke bentuk semula dalam sekejap. Sebaliknya, jika bekas tekanan jari Anda meninggalkan cekungan yang dalam dan lama atau tekstur daging terasa lembek bin hancur, itu adalah tanda pasti bahwa jaringan ikat di dalam daging sudah mulai rusak dan membusuk.
2. Purge
Trik rahasia kedua adalah mengamati cairan yang keluar (Purge). Sering kali kita melihat genangan cairan berwarna merah di bawah kemasan daging. Banyak orang mengira itu adalah darah murni, padahal cairan tersebut adalah mioglobin, yaitu protein air yang membawa oksigen dalam otot daging.
Jika genangan cairan merah ini jumlahnya terlalu banyak, lengket, dan cenderung kental, itu menandakan daging sudah terlalu lama berada di suhu ruangan atau mengalami proses pembekuan dan pencairan yang berulang kali. Daging seperti ini biasanya sudah kehilangan banyak nutrisi, sarinya habis, dan teksturnya akan sangat kering (sepah) saat dimasak.
Baca Juga: Dari Ayam Goreng Rempah sampai Sop Daging Gurih, Mat Alim Cocok Buat Makan Bareng Keluarga
3. Perhatikan Bercak Warna yang Muncul
Selanjutnya, kalian harus jeli memperhatikan perubahan warna yang menipu. Merah terang bukan satu-satunya tolok ukur kesegaran daging sapi. Daging sapi yang dikemas kedap udara (vakum) sering kali berwarna merah tua cenderung keunguan karena kekurangan oksigen, dan ini justru sangat normal serta segar.
Trik rahasia yang sebenarnya adalah mencari warna abu-abu atau kehijauan. Jika daging sudah mulai berubah warna menjadi abu-abu kusam, cokelat pucat yang merata, atau bahkan muncul bercak kehijauan di sudut-sudutnya, segera urungkan niat Anda untuk membeli karena proses pembusukan total sedang terjadi.
4. Fokus ke Indra Penciuman
Terakhir, percayalah pada indra penciuman dan sentuhan kalian secara alami. Daging segar memiliki aroma khas yang amis namun cenderung samar atau netral. Jika kalian mencium aroma yang menusuk hidung seperti bau asam mirip cuka, bau amonia (pesing), atau aroma manis yang pekat dan memualkan, jangan pernah membelinya meski warnanya masih terlihat merah.
Baca Juga: Rekomendasi Steak Enak di Malang, Daging Juicy Harga Terjangkau!
Jangan lupa sentuh juga permukaannya, daging yang sudah tidak layak konsumsi akan terasa lengket, berminyak tebal, atau berlendir saat dipegang, yang merupakan indikasi nyata bahwa koloni bakteri sudah menguasai permukaan daging tersebut.
Dengan mempraktikkan trik-trik sederhana ini, kalian kini bisa berbelanja daging dengan lebih percaya diri demi kesehatan keluarga di rumah!
Editor : Aditya Novrian