RADAR MALANG- Surat Quraisy boleh disebut sebagai surat yang istimewa. Sebab, nama dan latar belakangnya memang terkait dengan suku Quraisy. Ini merupakan surat ke-106 dalam Al Qur’an dan tergolong surat pendek dengan empat ayat yang menjadi kandungannya.
Asbabun nuzul surat ini adalah keberadaan suku Quraisy itu sendiri. Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Ummu Hani binti Abi Thalib sebagai berikut:
Bahwa ia (Ummu Hani) mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mengutamakan Quraisy dengan tujuh perkara. Salah satunya adalah diturunkannya satu surat yang khusus menerangkan mereka saja, yaitu ayat 1-4 surat Quraisy.” (HR Hakim)
As Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur sebagaimana dikutip Achmad Khoirudin dalam NU Online menjelaskan, tujuh keistimewaan kaum Quraisy itu berdasar hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Sa’id bin Musayyib.
Pertama, Nabi Muhammad berasal dari kaum itu. Kedua, Allah menurunkan surat khusus untuk mereka. Ketiga, mereka menyembah Allah selama sepuluh tahun di mana tidak ada kaum lain yang menyembah-Nya.
Keempat, Allah memberikan kemenangan kepada mereka dalam peristiwa tentara Abrahah (Tahun Gajah). Kelima, mereka diberi kekhalifahan. Keenam, diberi kewenangan dalam pemeliharaan air Zamzam. Ketujuh, diberi kewenangan dalam penjagaan Kakbah.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Ma’un Turun setelah Abu Jahal Hardik Bocah Yatim yang Minta Ini
Syekh Wahbah az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir seperti dikutip Achmad Khoirudin mengatakan bahwa surat itu dinamakan Quraisy karena untuk mengingatkan Bani Quraisy atas berbagai nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka.
Secara lengkap, isi Surat Quraisy adalah sebagai berikut:
1) Li iilaa fi quraisy
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy
2) Iila fihim rihlatasy syitaa’i wash shaif
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas
3) Fal ya’budu rabba haadzal bait
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Kakbah)
4) Alladzii ath’amahum min juu’in wa aamanahum min khauf
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasar ketakutan.
Kebiasaan bepergian dalam ayat 2 surat itu, dalam banyak tafsir, dimaksudkan sebagai ekspedisi dagang yang biasa dilakukan oleh kaum Quraisy. Mereka melakukan itu sepanjang tahun, baik pada musim dingin maupun panas.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Kautsar Turun saat Nabi Kehilangan Putranya
Dikutip dari TafsirWeb, Prof Dr Shalih bin Fauzan al Fauzan, anggota Komite Fatwa Majelis Ulama Arab Saudi, pada musim dingin kaum Quraisy menuju Yaman karena di sana lebih hangat. Sedangkan pada musim panas, mereka menuju Syam (kini sekitar Syiria, Yordania, dan Palestina, Red) karena udaranya lebih sejuk.
Setiap kali hendak bepergian, kaum Quraisy juga punya kebiasaan khusus sejak zaman pra-Islam. Yaitu, tawaf mengelilingi Kakbah. Ini dilakukan untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan.
Karena itu, pesan dari surat itu cukup jelas. Bahwa dengan berbagai karunia itu, seperti kemudahan, keamanan, dan kelancaran dalam berdagang, hendaknya mereka benar-benar mencurahkan pengabdiannya hanya kepada Allah. Wallahu A’lam.
Editor : Tauhid Wijaya