RADAR MALANG- Surat Al Humazah adalah surat ke-104 dalam Al Qur’an. Terdiri dari sembilan ayat yang sarat dengan pesan sosial. Khususnya, dalam konteks sekarang, adalah pesan bagi orang yang suka mem-bully orang lain sambil membanggakan harta kekayaannya. Ini sesuai dengan arti kata al humazah, yaitu pengumpat atau pencela.
Dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, Imam Jalaluddin As Suyuthi menjelaskan latar belakang turunnya surat ini. Yaitu, terkait dengan perilaku tokoh-tokoh kafir Quraisy yang suka mem-bully Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Kautsar Turun saat Nabi Kehilangan Putranya
Yang pertama adalah perilaku Ubay bin Khalaf. As Suyuthi mendasarkan ini pada riwayat dari Utsman bin Affan dan Ibnu Umar. Keduanya berkata sebagai berikut: “Kami masih ingat bahwa turunnya ayat 1-2 surat Al Humazah berkenaan dengan Ubay bin Khalaf.” (HR Ibnu Abi Hatim)
Yang kedua adalah Akhnasy bin Syariq. As Suyuthi mendasarkannya pada riwayat As Suddi yang berkata, “Turunnya ayat 1 surat Al Humazah berkenaan dengan Akhnasy bin Syariq.” (HR Ibnu Abi Hatim)
Yang ketiga adalah Jamil bin Amir al Jumhi. Ini sesuai dengan riwayat seorang lelaki dari penduduk ar Riqqah sebagai berikut: “Turunnya ayat 1-3 surat Al Humazah berkenaan dengan Jamil bin Amir al Jumhi.”
Yang keempat adalah Umayyah bin Khalaf. Ini sesuai dengan riwayat Ibnu Ishaq yang mengatakan, “Dulu, Umayyah bin Khalaf selalu mencela dan menghina Rasulullah SAW apabila bertemu dengannya.” Lalu, Allah menurunkan ayat 1-9 surat Al Humazah. (HR Ibnu al Mundzir)
Tokoh-tokoh Quraisy itu suka menghina dan mencela Nabi SAW. Mereka juga suka menumpuk-numpuk harta serta menghitung-hitungnya. Inilah yang membuat mereka menjadi sombong dan merasa seolah tidak akan bisa mati. Kemudian, Allah menurunkan surat Al Humazah yang menjadi peringatan bagi mereka.
Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul, Surat Al Lahab Turun karena Kelakuan Istri Abu Lahab Berikut Ini
Secara lengkap, bunyi dan arti surat itu adalah sebagai berikut:
1) Wailul likulli humazatil lumazah
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela
2) Alladzii jama’a maalan wa ’addadah
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.
3) Yahsabu anna maalahu akhladah
Dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya
4) Kallaa layunbadzanna fil huthamah
Sekali-kali tidak! Pasti ia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah.
5) Wamaa adraakamal huthamah
Dan tahukah kamu apakah (neraka) Huthamah itu
6) Naarullaahil muuqadah
(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan.
7) Allatii taththali’u ‘alal af’idah
Yang (membakar) sampai ke hati.
8) Innahaa ‘alaihim mu’shadah
Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka.
9) Fii ‘amadin mumaddadah
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Editor : Tauhid Wijaya