MALANG, RADAR MALANG – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp 17.000 per liter mulai 10 Juni 2026 berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat. Namun, pengendara tidak harus langsung panik. Sejumlah langkah sederhana terbukti mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi mobilitas sehari-hari.
Faktor terbesar yang memengaruhi boros atau iritnya konsumsi BBM justru berasal dari kebiasaan pengemudi di jalan. Karena itu, perubahan gaya berkendara menjadi cara paling cepat untuk menghemat pengeluaran ketika harga bahan bakar mengalami kenaikan.
Ubah Gaya Berkendara agar BBM Lebih Irit
Salah satu kebiasaan yang paling banyak menguras bahan bakar adalah akselerasi dan pengereman mendadak. Cara berkendara agresif membuat mesin bekerja lebih berat sehingga konsumsi BBM meningkat.
Sebaliknya, menjaga kecepatan tetap stabil dan mengemudi dengan halus dapat membantu menekan penggunaan bahan bakar secara signifikan. Pengemudi juga disarankan mengantisipasi kondisi lalu lintas sehingga tidak perlu terlalu sering menginjak rem atau pedal gas secara ekstrem.
Perawatan Kendaraan Jangan Diabaikan
Efisiensi bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh cara mengemudi. Kondisi kendaraan juga memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi BBM.
Tekanan angin ban yang kurang dari standar dapat meningkatkan hambatan laju kendaraan sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar. Karena itu, pengecekan tekanan ban secara rutin perlu dilakukan.
Selain itu, servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan membantu menjaga performa mesin tetap optimal. Mesin yang terawat cenderung lebih efisien dalam membakar bahan bakar dibanding kendaraan yang jarang diservis.
Baca Juga: Pertalite Dihapus? Beberapa BBM Jenis Pertalite Dikabarkan Hilang di Sejumlah Wilayah Indonesia
Kurangi Kebiasaan yang Memboroskan BBM
Banyak pengendara tidak menyadari bahwa membiarkan mesin menyala saat berhenti cukup lama tetap mengonsumsi bahan bakar.
Karena itu, mematikan mesin ketika menunggu dalam waktu lama dapat menjadi langkah sederhana untuk menghemat BBM. Penggunaan pendingin udara atau AC juga perlu diatur secara bijak agar tidak membebani kerja mesin secara berlebihan.
Selain itu, barang-barang yang tidak diperlukan sebaiknya dikeluarkan dari kendaraan. Semakin berat beban kendaraan, semakin besar pula bahan bakar yang dibutuhkan saat melaju.
Rencanakan Perjalanan Lebih Efisien
Perencanaan perjalanan juga menjadi salah satu kunci penghematan. Pengendara dapat memanfaatkan aplikasi navigasi untuk mencari rute dengan tingkat kemacetan lebih rendah.
Beberapa keperluan harian juga bisa digabungkan dalam satu perjalanan sehingga kendaraan tidak perlu digunakan berkali-kali dalam sehari.
Langkah tersebut terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang mampu mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Transportasi Alternatif Bisa Jadi Solusi
Untuk perjalanan jarak dekat, masyarakat dapat mempertimbangkan berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi umum.
Selain menghemat biaya bahan bakar, pilihan tersebut juga membantu mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan bermotor. Bagi pelajar maupun pekerja yang memiliki akses transportasi memadai, alternatif ini dapat menjadi solusi ketika harga BBM sedang tinggi.
Baca Juga: Biaya BBM Truk Pengangkut Sampah di Kota Malang Membengkak, Butuh Tambahan Rp 400 Juta Per Bulan
10 Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik
Berikut langkah yang dapat diterapkan pengendara untuk menekan pengeluaran bahan bakar:
-
Hindari akselerasi dan pengereman mendadak.
-
Jaga kecepatan kendaraan tetap stabil.
-
Periksa tekanan angin ban secara rutin.
-
Lakukan servis kendaraan sesuai jadwal.
-
Matikan mesin saat berhenti cukup lama.
-
Gunakan AC secara efisien jika menggunakan mobil.
-
Kurangi barang yang tidak diperlukan di kendaraan.
-
Pilih rute perjalanan yang lebih lancar.
-
Gabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan.
-
Manfaatkan transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda untuk jarak dekat.
Meski kenaikan harga BBM sulit dihindari, kebiasaan berkendara yang lebih efisien dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali. Dalam kondisi harga bahan bakar yang terus berfluktuasi, penghematan kecil yang dilakukan setiap hari bisa memberikan dampak besar terhadap biaya transportasi bulanan.
Editor : Aditya Novrian