Warung Internet (Warnet) di Malang Raya Tetap Bertahan di Tengah Perkembangan Teknologi Masif
Warnet pernah menjadi salah satu ruang favorit anak muda pada awal 2000 an. Saat itu, pengunjung datang dengan beragam keperluan, mulai bermain game, membuka media sosial, hingga sekadar menjelajah internet. Seiring semakin mudahnya akses internet melalui ponsel dan jaringan rumah, fungsi warnet pun ikut berubah.
KOTA MALANG, RADAR MALANG - MAYORITAS pelanggan warnet merupakan gamer dan streamer yang membutuhkan koneksi internet stabil. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul tren baru. Warnet mulai dipilih sebagai lokasi berburu tiket konser hingga mengikuti seleksi kerja yang seluruh prosesnya dilakukan secara daring.
Pemilik Orlin Internet Cafe, Anis Fitriyanti, mengatakan fenomena war tiket konser sebenarnya sudah muncul sebelum pandemi Covid-19. Namun, tren tersebut sempat berhenti ketika berbagai konser dibatalkan. Setelah industri hiburan kembali bergeliat, pengunjung yang datang untuk berburu tiket justru meningkat.
“Sebelum pandemi sebenarnya sudah ada yang datang ke warnet untuk war tiket konser. Setelah sempat meredup karena konser berhenti, sekarang trennya booming lagi,” ujarnya.
Menurut Anis, pengunjung yang berburu tiket didominasi penggemar grup K-Pop. Saat penjualan tiket dibuka, hampir seluruh dari 62 unit komputer di Orlin Internet Cafe dipesan. Mereka memanfaatkan koneksi internet yang lebih stabil untuk memperbesar peluang mendapatkan tiket konser, terutama grup seperti EXO dan BTS.
Belakangan, fungsi warnet kembali bertambah. Sejumlah calon pekerja yang mengikuti perebutan kuota kerja ke Australia juga memilih datang ke warnet. Mereka membutuhkan jaringan internet yang cepat agar tidak kehilangan kesempatan saat proses pendaftaran dibuka.
Baca Juga: Sensasi Nonton Konser di Wahana Bermain, Partilibur Hadirkan Nuansa Baru di Kota Batu
Melihat perubahan kebutuhan tersebut, Orlin Internet Cafe menyediakan paket khusus bagi pengunjung yang mengikuti war tiket. Selain koneksi internet berkapasitas 2 Gbps, tersedia tambahan bandwidth hingga 100 Mbps per komputer, akses Wi-Fi untuk perangkat pribadi, webcam, serta ruang privat.
“Pengunjung yang war tiket juga kami tempatkan di ruangan private dengan suasana nyaman,” kata Anis.
Baca Juga: Segini Setoran Pajak dari Tiket Konser Musik di Kota Malang
Tarif yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Pengunjung cukup membayar mulai Rp 6 ribu per jam untuk area reguler. Tersedia pula paket 20 jam seharga Rp 65 ribu dan ruang privat mulai Rp 28 ribu untuk tiga jam. Perubahan kebutuhan pengguna itu membuat warnet tetap bertahan, meski perannya kini jauh berbeda dibanding masa kejayaannya dua dekade lalu. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho