MALANG, RADAR MALANG – Media sosial belakangan ini dipenuhi dengan berita buruk tanpa henti. Mendorong pengguna untuk terus mencari, membaca dan menonton konten negatif. Fenomena ini disebut dengan doomscrolling.
Meski dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru, kebiasaan tersebut justru dapat memengaruhi kesehatan mental apabila dilakukan terus menerus tanpa batas.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR), Atika Dian Ariana, M.Sc., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa doomscrolling merupakan perilaku obsesif ketika seseorang terus mencari informasi, terutama yang bernada negatif, karena merasa dapat mengurangi rasa cemas dan ketidakpastian.
Paparan informasi negatif secara berulang dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stres, kecemasan, hingga kelelahan mental.
Fenomena serupa juga disoroti Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Kebiasaan melakukan doomscrolling, terutama menjelang waktu tidur, dapat membuat otak tetap aktif memproses berbagai informasi sehingga kualitas tidur menurun.
Baca Juga: Mengenal People Pleaser dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami sulit tidur, mudah lelah, dan kurang fokus saat menjalani aktivitas pada keesokan harinya.
Untuk mengurangi dampak doomscrolling, masyarakat disarankan mulai membatasi waktu penggunaan media sosial.
Memilih sumber informasi yang kredibel, serta menghindari kebiasaan membaca berita negatif secara terus-menerus, terutama sebelum tidur.
Mengalihkan perhatian pada aktivitas lain seperti berolahraga, membaca buku, atau melakukan hobi juga dapat membantu menjaga kesehatan mental.
Editor : Aditya Novrian