Bilal tampil menjelang matahari terbenam ketika udara Bromo mulai terasa semakin dingin. Namun, suasana di area amfiteater justru menghangat berkat antusiasme penonton yang memenuhi tribun. Sejak menyapa penonton, pelantun Niscaya itu berhasil membangun interaksi dengan mengajak penonton bernyanyi bersama di beberapa lagu.
Sepanjang penampilannya, Bilal membawakan 10 lagu, yakni:
-
NPT
-
Dara
-
Mustahil
-
Kaos Kaki Merah
-
Akhir Pekan yang Hilang
-
Ruang Kecil
-
Saujana
-
Kau
-
Biar
-
Niscaya
Lagu Niscaya menjadi penutup sekaligus salah satu momen yang paling disambut penonton. Karya tersebut merupakan lagu yang turut mengangkat nama Bilal di industri musik Indonesia, sehingga banyak penonton ikut bernyanyi bersama hingga akhir penampilannya.
Kehadiran Bilal melengkapi deretan penampil pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 bersama Bromo Jazz Camp, Isyana Sarasvati, Batavia Collective, Ring of Fire Project bersama Sri Hanuraga dan Simone Prattico, serta Plutato feat. Cait Lin. Festival yang telah memasuki tahun ke-18 ini menjadi puncak rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 18 Juli dan akan berlanjut hingga Sabtu (25/7/2026).
Debut Berkesan di Panggung Bromo
Usai turun dari panggung, Bilal mengaku menikmati pengalaman pertamanya tampil di Jazz Gunung Bromo. Saat diminta menggambarkan kesannya hanya dengan tiga kata, ia menjawab, "Majestic, warm, class."
Musisi asal Jakarta itu juga berharap dapat kembali tampil di Jazz Gunung Bromo pada kesempatan mendatang. Jika kembali diundang, ia ingin membawakan materi-materi terbarunya.
"Pengen nampilin lagu-lagu terbaru," ujarnya.
Baca Juga: Usai Debut di Jazz Gunung Bromo, Bilal Indrajaya Buka Peluang Garap Lagu Jazz
Penampilan perdana Bilal Indrajaya menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Dengan sambutan hangat penonton dan atmosfer khas Bromo, debut tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi kemungkinan kembalinya Bilal ke panggung Jazz Gunung pada penyelenggaraan berikutnya.
Editor : Aditya Novrian