Bilal Indrajaya Debut di BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Tutup Sesi Before Sunset dengan Suasana Hangat di Tengah Dinginnya Pegunungan

Hanif Pratama • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 03:25 WIB
Bilal Indrajaya tampil untuk pertama kalinya di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026 pada sesi Before Sunset, Jumat (24/7), di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo. (Sumber: Hanif Pratama/Radar Malang)
Bilal Indrajaya tampil di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Jumat (24/7/2026). (Sumber: Dokumentasi Hanif Pratama/Radar Malang)
PROBOLINGGO, RADAR MALANG – Musisi Bilal Indrajaya menjalani debutnya di panggung BRI Jazz Gunung Bromo 2026 pada hari pertama penyelenggaraan, Jumat (24/7/2026), di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Penampilannya menjadi salah satu suguhan dalam sesi Before Sunset, konsep baru yang diperkenalkan penyelenggara tahun ini untuk menghadirkan pengalaman menikmati musik sejak sore hari di tengah panorama pegunungan Bromo.

Bilal tampil menjelang matahari terbenam ketika udara Bromo mulai terasa semakin dingin. Namun, suasana di area amfiteater justru menghangat berkat antusiasme penonton yang memenuhi tribun. Sejak menyapa penonton, pelantun Niscaya itu berhasil membangun interaksi dengan mengajak penonton bernyanyi bersama di beberapa lagu.

Sepanjang penampilannya, Bilal membawakan 10 lagu, yakni:

  1. NPT

  2. Dara

  3. Mustahil

  4. Kaos Kaki Merah

  5. Akhir Pekan yang Hilang

  6. Ruang Kecil

  7. Saujana

  8. Kau

  9. Biar

  10. Niscaya

Lagu Niscaya menjadi penutup sekaligus salah satu momen yang paling disambut penonton. Karya tersebut merupakan lagu yang turut mengangkat nama Bilal di industri musik Indonesia, sehingga banyak penonton ikut bernyanyi bersama hingga akhir penampilannya.

Baca Juga: Isyana Sarasvati Tutup Hari Pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026, Bawakan Lagu-Lagu "Sangar" dalam Balutan Akustik 

Kehadiran Bilal melengkapi deretan penampil pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026 bersama Bromo Jazz Camp, Isyana Sarasvati, Batavia Collective, Ring of Fire Project bersama Sri Hanuraga dan Simone Prattico, serta Plutato feat. Cait Lin. Festival yang telah memasuki tahun ke-18 ini menjadi puncak rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 18 Juli dan akan berlanjut hingga Sabtu (25/7/2026).

Debut Berkesan di Panggung Bromo

Usai turun dari panggung, Bilal mengaku menikmati pengalaman pertamanya tampil di Jazz Gunung Bromo. Saat diminta menggambarkan kesannya hanya dengan tiga kata, ia menjawab, "Majestic, warm, class."

Musisi asal Jakarta itu juga berharap dapat kembali tampil di Jazz Gunung Bromo pada kesempatan mendatang. Jika kembali diundang, ia ingin membawakan materi-materi terbarunya.

"Pengen nampilin lagu-lagu terbaru," ujarnya.

Baca Juga: Usai Debut di Jazz Gunung Bromo, Bilal Indrajaya Buka Peluang Garap Lagu Jazz

Penampilan perdana Bilal Indrajaya menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian pada hari pertama BRI Jazz Gunung Bromo 2026. Dengan sambutan hangat penonton dan atmosfer khas Bromo, debut tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi kemungkinan kembalinya Bilal ke panggung Jazz Gunung pada penyelenggaraan berikutnya.

Editor : Aditya Novrian
BRI Jazz Gunung Bromo 2026 Bilal Indrajaya festival musik