Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Al Lail Turun Dilatarbelakangi Orang Kikir yang bila Kurmanya Jatuh dan Dimakan Bocah Pun Diminta Kembali

Tauhid Wijaya • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 05:15 WIB

 

MAKKIYAH: Surat Al Lail merupakan surat ke-92 dalam Al Qur
MAKKIYAH: Surat Al Lail merupakan surat ke-92 dalam Al Qur'an dan terdiri dari 21 ayat.

 

RADAR MALANG- Surat Al Lail merupakan surat ke-92 dalam Al Qur’an. Terdiri dari total 21 ayat dan digolongkan sebagai surat Makkiyah alias diturunkan di Makkah.

Mengutip Imam Jalaluddin As Suyuthi dalam Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, latar belakang turunnya surat ini terkait dengan kisah seorang lelaki pemilik kebun kurma yang kikir.

Dikisahkan, bersumber dari Ibnu Abbas bahwa ada seorang lelaki yang memiliki pohon kurma. Mayang atau tandannya menjulur ke rumah tetangganya yang fakir dengan banyak anak.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Ad Dhuha Turun ketika Malaikat Jibril Lama Tidak Bawakan Wahyu untuk Nabi

Jika pemilik pohon tersebut memetik buahnya, ia selalu naik melalui rumah tetangganya itu. Jika ada buah kurma yang jatuh dan anak-anak fakir tersebut mengambilnya, maka ia segera turun dan merebutnya kembali dari tangan mereka. Bahkan, jika buah itu sudah masuk ke dalam mulut anak-anak fakir tersebut, ia memaksa agar mengeluarkannya. 

Karena hal itulah, si lelaki fakir mengadu kepada Nabi Muhammad SAW. Maka beliau bersabda, “Pergilah, aku akan selesaikan perkaranya nanti.”

Lalu, Nabi menemui pemilik pohon kurma dan bersabda, “Berikanlah padaku pohon kurmamu yang mayangnya menjulur ke rumah si Fulan. Sebagai gantinya, kamu akan mendapat pohon kurma di surga.”

Pemilik pohon itu menjawab, “Sungguh, aku akan berikan. Pohon kurmaku banyak dan pohon kurma yang engkau minta itu adalah yang terbaik buahnya.” Kemudian ia pergi.

Bersamaan dengan itu, ada seorang lelaki yang mendengar percakapan mereka. Ia lalu menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Berlakukah tawaran engkau bagiku, jika pohon kurma itu menjadi milikku, wahai Rasulullah?”

Rasul pun menjawab, “Ya.”

Kemudian lelaki itu pergi menemui si pemilik pohon kurma. Pemilik pohon kurma berkata, “Apakah kamu tahu bahwa tadi Muhammad telah menjanjikan kepadaku pohon kurma di surga sebagai ganti dari pohon kurmaku yang mayangnya menjulur ke rumah tetanggaku? Tawaran itu sudah aku catat. Namun, pohon kurmaku itu sangat mengagumkan. Walaupun pohon kurmaku banyak, tetapi tidak ada yang sebagus pohon kurma yang satu itu.”

Lalu, laki-laki itu menjawab, “Apakah kamu ingin menjualnya?”

Ia menjawab, “Tidak, kecuali jika ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku. Namun, aku pikir tidak akan ada yang mampu.”

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat At Takatsur Dilatari Dua Kabilah Anshar yang Saling Pamer Dua Hal Ini

Si lelaki bertanya, “Berapakah yang kamu inginkan?” Pemilik pohon kurma menjawab, “Aku menginginkan empat puluh pohon kurma.”

“Sungguh, kamu mendatangkan masalah yang besar.” Si lelaki diam sejenak, tapi kemudian berkata, “Baiklah, akan aku berikan empat puluh pohon kurma kepadamu. Namun, aku meminta saksi jika kamu orang benar.”

Si pemilik pohon menyanggupinya dan kemudian mendatangkan kaumnya untuk menjadi saksi.

Setelah itu, si lelaki pergi menghadap Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku serahkan pohon korma itu kepada engkau. Pohon kurma itu sudah menjadi milikku.”

Lalu Rasulullah menuju rumah si orang fakir dan bersabda, “Pohon kurma itu untukmu dan keluargamu.” Maka Allah menurunkan ayat 1-21 surat Al Lail. (HR Ibnu Abi Hatim). Menurut Ibnu Katsir, hadis tersebut gharib(dalam salah satu rantai periwayatannya hanya ada seorang perawi, Ed.) sekali.

Sumber lain menyebutkan bahwa latar belakang turunnya surat Al Lail adalah dari kisah Abu Bakar. Yakni, dari  Amir bin Abdullah bin Zubair yang bersal dari ayahnya. Dikisahkan bahwa Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) berkata kepada Abu Bakar, “Aku melihat engkau telah memerdekakan budak-budak yang lemah. Jika saja engkau memerdekakan budak-budak yang kuat, pasti mereka akan membela dan mempertahankan engkau, wahai putraku.”

Lalu, Abu Bakar menjawab, “Aku hanya mengharapkan apa yang ada di sisi Allah.” Maka turunlah ayat 5-21 surat Al Lail. (HR Hakim)

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Ad Dhuha Turun ketika Malaikat Jibril Lama Tidak Bawakan Wahyu untuk Nabi

Sementara, dari Urwah disebutkan bahwa Abu Bakar telah memerdekakan tujuh orang budak. Mereka semua pernah disiksa oleh majikannya karena pendirian mereka yang teguh dalam beriman kepada Allah. Berkenaan dengan peristiwa itu, turunlah ayat 17-21 surat Al Lail. (HR Ibnu Abi Hatim)

Ibnu az Zubair berkata, ayat 19-21 surat Al Lail terkait dengan kedermawanan Abu Bakar (HR Al Bazzar).

Berikut isi lengkap surat Al Lail:

1)      Wallaili idzaa yaghsyaa

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)

2)      Wannahaari idzaa tajallaa

Demi siang apabila terang benderang

3)      Wamaa khalaqa al dzakara wal untsaa

Demi penciptaan laki-laki dan perempuan

4)      Inna sa’yakum lasyattaa

Sungguh, usahamu memang beraneka macam

5)      Fa ammaa man a’thaa wattaqaa

Maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa

6)      Washaddaqa bil husnaa

Dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)

7)      Fasanuyassiruhuu lil yusraa

Maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)

8)      Wa ammaa man bakhila wastaghnaa

Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)

9)      Wakadzdzaba bil husnaa

Serta mendustakan (pahala) yang terbaik

10)   Fasanuyassiruhuu lil ‘usraa

Maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan)

11)   Wamaa yughnii ‘anhu maaluhuu idzaa taraddaa

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa

12)   Inna ‘alainaa lalhudaa

Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk

13)   Wainna lanaa lal aakhirata wal uulaa

Dan sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia itu

14)   Fa andzartukum naaran taladhdhaa

Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala

15)   Laa yashlaahaa illaal asyqaa

Yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka

16)   Alladzii kadzdzaba watawallaa

Yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman)

17)   Wasayujannabuhal atqaa

Dan akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa

18)   Alladzii yu’tii maaluhuu yatazakkaa

Yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya)

19)   Wamaa li ahadin ‘indahuu min ni’matin tujzaa

Dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya

20)   Illabtighaa-a wajhi rabbihil a’laa

Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi

21)   Walasaufa yardlaa

Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna)

 

*) Diolah dari Asbabun Nuzul, Latar Belakang Turunnya Ayat-Ayat Al Qur'an, Zenal Mutaqin dkk, terjemahan dari Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul karya Imam Jalaluddin As Suyuthi

Editor : Tauhid Wijaya
ngaji jumat asbabun nuzul imam as suyuthi al lail radar malang