RADAR MALANG – Tren video vertikal yang populer di media sosial kini mulai diadopsi oleh layanan streaming. HBO Max resmi menguji fitur baru bernama HBO Max Shorts, yang memungkinkan pengguna menemukan film dan serial melalui cuplikan singkat berformat vertikal sebelum memutuskan untuk menontonnya secara penuh.
Saat ini, HBO Max Shorts masih tersedia dalam tahap uji coba terbatas bagi sebagian pengguna iOS di Amerika Serikat. Perusahaan berencana memperluas fitur tersebut ke lebih banyak perangkat dan wilayah pada tahap berikutnya.
HBO Max Shorts Permudah Pengguna Menemukan Tontonan
Pengguna dapat mengakses menu Shorts melalui navigasi bawah aplikasi HBO Max. Di dalamnya tersedia berbagai cuplikan film yang dapat digulir layaknya shorts atau reels di media sosial. Rekomendasi video yang ditampilkan juga akan disesuaikan dengan riwayat dan kebiasaan menonton masing-masing pengguna sehingga pengalaman mencari tontonan menjadi lebih personal.
Setelah menyaksikan cuplikan, pengguna dapat langsung memutar film atau serial versi lengkap, menyimpannya ke daftar My List, atau melewati video tersebut untuk melihat rekomendasi lainnya. Perlu dipahami, HBO Max Shorts bukan menghadirkan konten baru. Seluruh video merupakan potongan adegan dari film dan serial yang sudah tersedia di platform, kemudian diubah ke format vertikal agar lebih menarik dan mendorong pengguna melanjutkan ke tayangan lengkap.
Baca Juga: Begini Cara Kerja Rotten Tomatoes, Situs Pemberi Skor Film yang Jadi Acuan Dunia
Ask HBO Max Gunakan Bahasa Alami untuk Mencari Film
Selain HBO Max Shorts, perusahaan juga tengah mengembangkan Ask HBO Max, fitur pencarian berbasis bahasa alami (natural language). Lewat fitur ini, pengguna dapat mencari rekomendasi tontonan menggunakan kalimat sehari-hari, misalnya "lagi mood nonton film komedi" atau "film yang cocok ditonton bareng keluarga".
Di balik fitur-fitur tersebut, HBO Max turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) internal untuk membantu editor memilih adegan terbaik berdasarkan metadata setiap tayangan. Teknologi ini digunakan untuk menyusun cuplikan yang dinilai paling relevan bagi calon penonton.
Baca Juga: Watchlist Pekan Ini: 5 Film Indonesia yang Jarang Dibahas, tetapi Wajib Ditonton
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari beberapa sumber