Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Olah Kertas Bekas hingga Kulit Telur Jadi Kostum Kreatif untuk Karnaval

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:07 WIB
BUSANA GARUDA: Warga binaan LPP Kelas IIA Malang memperagakan kostum bertema Garuda dari bahan daur ulang pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)
BUSANA GARUDA: Warga binaan LPP Kelas IIA Malang memperagakan kostum bertema Garuda dari bahan daur ulang pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Bahan-bahan yang dianggap tak terpakai disulap menjadi busana karnaval yang kreatif oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Malang. Kreativitas itu ditampilkan dalam lomba fashion show antarwarga binaan pada Rabu lalu (12/8). Beragam kostum dikenakan peserta. Menariknya, hampir seluruh perlengkapan penampilan dibuat sendiri. Mulai busana, aksesori, hingga tata rias.

Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI. Suasana kompetisi berlangsung meriah dengan dukungan warga binaan lainnya yang menyaksikan dari sisi catwalk. Kepala LPP Malang Endang Margiati bersama jajaran pejabat LPP Malang turut menjadi juri. Penilaian tidak hanya berdasarkan penampilan. “Namun, juga kreativitas dalam mengolah bahan daur ulang menjadi busana,” ujarnya.

KREATIF: Warga binaan mengenakan busana berbahan plastik bekas hasil karya sendiri dalam lomba fashion show di LPP Kelas IIA Malang. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)
KREATIF: Warga binaan mengenakan busana berbahan plastik bekas hasil karya sendiri dalam lomba fashion show di LPP Kelas IIA Malang. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)

Salah satu petugas Bimkemaswat LPP Malang Sambang Bima Sakti mengaku terkejut dengan hasil karya warga binaan. Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan bahkan mampu menyamai gelaran fashion berskala besar. “Seluruh bahan yang digunakan adalah daur ulang dan disulap menjadi busana karnaval yang kreatif dan di luar prediksi kami sebagai petugas Bimkemaswat. Bahkan rasanya sudah bisa disandingkan dengan Jember Fashion Week,” ujarnya.

BAHAN BEKAS: Warga binaan memperagakan kostum dari kertas bekas dan kulit telur hasil karya sendiri pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)
BAHAN BEKAS: Warga binaan memperagakan kostum dari kertas bekas dan kulit telur hasil karya sendiri pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)

Indri, salah satu warga binaan mengatakan kostum yang dibuatnya memanfaatkan sejumlah barang bekas. Di antaranya kertas bekas dan kulit telur. “Semuanya kami buat sendiri. Ini berasal dari kertas bekas yang kami warnai emas, kemudian bagian ini dari kulit telur ayam, sisa makanan kami. Semuanya adalah bahan daur ulang,” ungkapnya.

MERAH PUTIH: Warga binaan asal Kenya memperagakan kostum bernuansa merah putih berbahan daur ulang pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)
MERAH PUTIH: Warga binaan asal Kenya memperagakan kostum bernuansa merah putih berbahan daur ulang pada lomba fashion show HUT Ke-81 RI. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)

Peserta lain Faith, warga binaan asal Kenya mengaku mendapat pengalaman baru melalui kegiatan itu. Selain menunjukkan kreativitas, dia juga bisa mengenal salah satu budaya Indonesia melalui fashion show. “Saya sangat terkesan dengan budaya Indonesia. Ini pertama kalinya saya melakukan catwalk dan ditonton banyak orang,” tuturnya.

DAUR ULANG: Kostum bertema Garuda dari bahan bekas menjadi salah satu penampilan dalam lomba fashion show warga binaan LPP Kelas IIA Malang. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)
DAUR ULANG: Kostum bertema Garuda dari bahan bekas menjadi salah satu penampilan dalam lomba fashion show warga binaan LPP Kelas IIA Malang. (HUMAS LPP MALANG FOR RADAR MALANG)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan warga binaan untuk mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri. Pemanfaatan barang bekas juga memberi pengalaman bahwa bahan sederhana dapat memiliki nilai ketika diolah secara kreatif.

Editor : Fajar Andre Setiawan
hut ke-81 ri Busana Daur Ulang Kreativitas Warga Binaan LPP Malang lapas perempuan malang