MALANG, RADAR MALANG - Ada suatu hal yang aneh dari menonton film berulang kali. Kita sebagai penonton sudah tau ending dari film tersebut. Thanos berhasil dikalahkan oleh para Avengers. Andy Dufresne berhasil pergi dari penjara dengan mengelabui kepala penjaranya, dan Dominic Toretto berhasil menyelamatkan dunia untuk kesekian kalinya dengan menggunakan singlet putih ikoniknya. Atau ketika zaman dulu, film Home Alone selalu diputar pada stasiun televisi, menjadi teman tontonan setiap bulan Desember.
Tapi kenapa kita tetap memilih film tersebut dan menekan tombol play berulang kali padahal masih banyak film yang belum kita tonton sebelumnya.
Hal tersebut bukanlah hal yang aneh. Sebuah penelitian Behavioral Sciences dari 318 orang menemukan bahwa keinginan seseorang untuk menonton kembali sebuah film dapat dipengaruhi oleh berbagai pengalaman emosional yang mereka dapatkan dari film tersebut.
Baca Juga: Kuasai Layar Lebar tahun 2026, Film Anne Hathaway Kantongi 2 Juta Dolar AS
Alasan seseorang menonton ulang tidak selalu untuk bersenang-senang. Penelitian tersebut menemukan bahwa penonton juga dapat kembali kepada film karena ingin merasakan emosi tertentu, memiliki hubungan dengan karakter, atau menemukan kembali kesenangan dari cerita yang sudah mereka kenal.
Mungkin itu menjadi alasan mengapa kita terus menonton ulang Home Alone, Avengers, The Shawshank Redemption, dan film-film lainnya walaupun kita tahu seperti apa akhir dari film itu.
Film yang kita tonton ketika masih sekolah mungkin memberikan perasaan berbeda ketika kembali ditonton beberapa tahun kemudian. Dialog yang dulu terasa biasa saja bisa tiba-tiba terasa lebih dekat dengan kehidupan kita sekarang. Mungkin kita tidak kembali menonton film yang sama karena tidak punya tontonan baru. Kita hanya ingin kembali kepada cerita yang sudah kita kenal, sambil melihat diri kita yang sekarang melalui cerita tersebut.
Editor : Aditya Novrian
Sumber : sumber dari berbagai sumber