Squishy Kembali Populer, Jadi Teman Anak Muda untuk Melepas Penat

Siti Aisyah • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 19:58 WIB
MENGASYIKKAN: Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Adhiela Maziya Afkarina bermain squishy ketika menunggu jam kelas kuliah pekan lalu. (SITI AISYAH FOR RADAR MALANG)
MENGASYIKKAN: Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Adhiela Maziya Afkarina bermain squishy ketika menunggu jam kelas kuliah pekan lalu. (SITI AISYAH FOR RADAR MALANG)

MALANG, RADAR MALANG – Mainan squishy yang sempat populer beberapa tahun lalu kini kembali menarik perhatian. Bagi sebagian orang, mainan bertekstur kenyal ini bukan sekadar benda lucu untuk dikoleksi, tetapi juga teman kecil untuk mengisi waktu luang dan mengalihkan pikiran ketika penat melanda.

Adhiela Maziya Afkarina, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), menjadi salah satu yang kembali tertarik memainkan squishy. Ketika mainan tersebut kembali ramai diperbincangkan, ingatannya pun tertuju pada masa kecil saat dirinya gemar mengoleksi berbagai jenis squishy.

“Dulu tuh aku sempat koleksi squishy, jadi kemarin aku beli ini (squishy),” ujar Adhiela.

Baca Juga: Pecinta Squishy Wajib Tahu! Rekomendasi Toko Squishy Terlengkap dan Murah di Malang

Ketertarikannya bukan semata-mata karena tren yang kembali muncul. Bentuk squishy yang menggemaskan serta sensasi ketika permukaannya ditekan menjadi daya tarik tersendiri. Ada kepuasan sederhana saat benda tersebut perlahan kembali ke bentuk semula setelah diremas.

Kebiasaan memainkan squishy kemudian menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Pada malam hari, Adhiela kerap menghabiskan waktu berbincang dengan teman-temannya melalui Discord. Di sela obrolan tersebut, tangannya sesekali sibuk memainkan squishy.

“Biasanya kan tiap malam aku main Discord sama teman aku, jadi kalau sambil ngobrol biasanya sambil mainin squishy sih,” tuturnya.

Aktivitas tersebut membuat tangannya tetap bergerak tanpa mengganggu percakapan. Squishy menjadi teman kecil untuk menemani waktu bersantai, terutama ketika Adhiela ingin melakukan sesuatu sembari berbincang dengan teman-temannya.

Namun, squishy tidak selalu dimainkan sekadar untuk mengisi waktu luang. Ketika pekerjaan mulai menumpuk dan pikirannya terasa penuh, Adhiela memilih mengambil jeda sejenak dengan meremas mainan tersebut.

“​​Kemarin waktu aku lagi ada yang harus dikerjain tuh aku benar-benar pusing banget, jadi aku pencet-pencet ini (squishy),” ungkapnya.

Bagi Adhiela, aktivitas sederhana itu menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dihadapi. Tangannya memiliki kesibukan kecil ketika pikirannya terasa penuh dengan berbagai hal yang harus diselesaikan.

Squishy memang tidak serta-merta menghilangkan persoalan yang dihadapi. Tugas tetap harus dikerjakan setelahnya. Namun, di tengah rutinitas yang melelahkan, mainan empuk tersebut dapat menjadi teman kecil untuk mengambil jeda sejenak.

Baca Juga: Bukan Sekadar Mainan Anak, Fenomena Squishy Kembali Jadi Tren Pereda Stres

Dari nostalgia masa kecil hingga kebiasaan saat menghadapi pekerjaan, squishy menemukan fungsi lain dalam keseharian Adhiela. Bukan hanya untuk dikoleksi, mainan tersebut juga menjadi teman saat bersantai dan membantu mengalihkan perhatian dari penat untuk sementara waktu.

Disunting oleh Luciana

Editor : Aditya N. Rian
squishy mainan Anak Muda Melepas Penat mahasiswa