Squishy Kembali Populer, Dumpling dan Nido Jadi Buruan Pembeli

MALANG, RADAR MALANG – Tren squishy kembali mencuri perhatian pembeli di Malang Town Square (Matos). Dua bentuk yang cukup banyak dicari yakni squishy berbentuk dumpling dan kotak yang dikenal dengan nama Nido. Mainan bertekstur empuk tersebut dibanderol dengan harga beragam, mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung jenis produknya.
Di Toko Diva, squishy berbentuk dumpling sempat menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari ketika tren tersebut mulai ramai. Penjaga toko, Kristin, mengatakan pihaknya mulai menjual squishy sekitar dua bulan lalu setelah sejumlah pelanggan menanyakan keberadaan mainan tersebut.
Permintaan squishy di toko itu sempat mencapai puncaknya pada awal September 2026. Namun, keramaian tersebut mulai berkurang dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Squishy Kembali Populer, Jadi Teman Anak Muda untuk Melepas Penat
“Sekarang udah turun. Paling bulan awal September ya lebih ramai,” ujar Kristin saat ditemui pada Minggu (18/10).
Menurut Kristin, harga menjadi salah satu hal yang mulai diperhatikan pembeli. Squishy yang tersedia di Toko Diva dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Belakangan, pembeli cenderung mencari produk dengan harga yang lebih murah.
Sementara itu, squishy berbentuk kotak yang dikenal sebagai Nido menjadi salah satu produk yang banyak dicari di Heaven Toys. Pegawai toko, Deswinta Fernanda Putri, menyebut Nido dijual dengan harga Rp23 ribu per buah.
Selain Nido, squishy berbentuk dumpling juga masih menjadi pilihan konsumen. Berbeda dengan Toko Diva, Winta mengatakan penjualan squishy di Heaven Toys justru mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya ketika pembelian mainan tersebut masih tergolong jarang.
Menurut pengamatannya, media sosial turut mendorong ketertarikan pembeli terhadap squishy yang kembali populer. Mahasiswa perempuan menjadi salah satu kelompok pembeli yang cukup dominan.
Sebagian di antaranya membeli squishy untuk dimainkan saat berada di kelas agar tidak merasa bosan. Tekstur squishy yang dapat diremas dan kembali ke bentuk semula menjadi salah satu karakteristik yang membuat mainan tersebut menarik bagi pembeli.
Tren squishy sendiri bukan hal baru. Mainan yang dapat kembali ke bentuk semula setelah diremas itu pernah populer pada sekitar 2016–2018. Kala itu, konten ulasan dan koleksi squishy dari sejumlah kreator YouTube, termasuk Ria Ricis, turut membuat mainan tersebut dikenal luas.



