MALANG, RADAR MALANG – Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan Raya Sumberpucung saat arus mudik dan balik Lebaran 2026. Antrean kendaraan mengular dan menjadi pemandangan hampir sepekan terakhir.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara memilih jalur alternatif untuk menghindari kepadatan. Namun, tidak sedikit yang terpaksa bertahan karena sudah telanjur terjebak kemacetan cukup lama.
Sejumlah pengendara yang ditemui Jawa Pos Radar Malang pada Selasa (24/3) malam berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan klasik tersebut.
Salah satu harapan itu datang dari Aji Susilo, warga Bangil, Kabupaten Pasuruan. Dia menilai pembangunan tol Malang-Kepanjen-Tulungagung bisa menjadi jawaban untuk memangkas waktu tempuh.
“Dari Blitar sampai Sumberpucung saja sudah dua jam karena macet. Kalau ada tol mungkin bisa jauh lebih cepat dan saya bisa langsung turun di Kepanjen,” ujarnya.
Baca Juga: Dokumen Studi Kelayakan Tol Malang-Kepanjen Kabupaten Malang Dilelang September 2026
Aji mengaku hanya bisa pasrah saat terjebak kemacetan panjang. Menurutnya, mayoritas pengendara memiliki harapan yang sama terkait solusi permanen.
Hal senada disampaikan Sunarto Baran, pemudik asal Kedungkandang, Kota Malang. Pria 60 tahun itu berharap proyek tol segera direalisasikan.
“Kalau ada tol, dari Kepanjen sampai Madyopuro mungkin hanya 20 sampai 30 menit,” katanya.
Sementara itu, progres pembangunan tol Malang-Kepanjen-Tulungagung saat ini masih dalam tahap penilaian dokumen studi kelayakan. Selain itu, proses pembebasan lahan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar proyek bisa segera berjalan.
Editor : Aditya Novrian