Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Portal Bendungan Lahor Belum Beroperasi dan Masih Dijaga Polisi meski Aktivitas Sudah Normal

Biyan Mudzaky Hanindito • Senin, 6 April 2026 | 20:28 WIB
BELUM PULIH 100 PERSEN: Sejumlah kendaraan melintasi portal Bendungan Lahor kemarin siang. Tampak ada sejumlah polisi masih berjaga di sana. (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)
BELUM PULIH 100 PERSEN: Sejumlah kendaraan melintasi portal Bendungan Lahor kemarin siang. Tampak ada sejumlah polisi masih berjaga di sana. (Biyan Mudzaky Hanindito/Radar Malang)

SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG – Aktivitas di portal Bendungan Lahor, Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, tampak berbeda, kemarin (5/4). Setelah insiden pembukaan paksa oleh sejumlah oknum warga beberapa hari lalu, portal belum kembali beroperasi normal. Aparat kepolisian pun masih berjaga di lokasi.

Seperti diketahui, pada Senin (30/3) lalu, sekelompok warga yang dimotori seseorang berinisial HW menduduki portal di sisi Sumberpucung. Dalam aksi tersebut, mereka diduga merusak sejumlah fasilitas, seperti boom gate atau palang pintu, melepas rantai pengaman, hingga memindahkan pembatas jalan berupa cone.

Baca Juga: Update Situasi Bendungan Lahor setelah Dijaga Polisi: Lebih Kondusif dan Aktivitas Kembali Berjalan Normal

Pantauan di lokasi, tidak terlihat aktivitas transaksi menggunakan kartu uang elektronik seperti biasanya. Mesin tap tertutup kain, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas tanpa hambatan. Tidak tampak petugas Perum Jasa Tirta (PJT) I di sekitar portal, melainkan dua personel kepolisian yang berjaga di area dalam bendungan, tepat setelah portal.

Kepala Subdivisi Pengusahaan PJT I Bayu Sakti menyampaikan, pasca-insiden tersebut, pihaknya belum dapat mengoperasikan kembali portal. Hal itu berkaitan dengan proses hukum yang tengah berjalan setelah PT XFresh selaku mitra operator gate melaporkan dugaan perusakan ke Polres Malang.

”Sekarang kami sedang menghormati proses hukum. Biarkan penyelidikan polisi berjalan, kami juga belum berencana mengoperasikan gate Lahor,” ujar Bayu.

Ia menegaskan, kehadiran aparat kepolisian di lokasi bukan semata-mata untuk kepentingan penyelidikan. Pengamanan dilakukan karena Bendungan Lahor termasuk objek vital nasional (obvitnas), sehingga membutuhkan penjagaan khusus dari aparat, khususnya Unit Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Satuan Samapta.

Adapun yang berkaitan langsung dengan proses penyelidikan adalah pemasangan garis polisi di pos portal yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan tambahan oleh pihak lain.

”Kalau tidak dijaga, perusakannya bisa bertambah. Karena itu kami berkoordinasi dengan Polres untuk pengamanan setelah kejadian,” imbuhnya.

Baca Juga: Bendungan Lahor Kembali Beroperasi dengan Pengawalan Polisi, PJT I Tegaskan Gratis untuk Warga Sekitar

Selain menjaga lokasi, petugas kepolisian juga bertugas mengantisipasi kendaraan bertonase besar yang mencoba melintas di jalur atas bendungan. Pasca pembukaan paksa portal, beberapa kendaraan besar sempat mencoba masuk.

”Ada beberapa kendaraan besar yang mencoba masuk setelah portal dibuka paksa. Diduga mereka mengetahui kondisi tersebut dan langsung memanfaatkannya,” jelas Bayu. (biy/adn)

 

Editor : Aditya Novrian
#malang update #malang terbaru #malang hari ini #bendungan lahor #Kabupaten Malang