PAGELARAN, RADAR MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memantau progres pembangunan jalan Gondanglegi–Balekambang di Kabupaten Malang. Kamis (9/4), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak turun langsung meninjau lokasi proyek di Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran.
Dalam kunjungan tersebut, Emil didampingi Wakil Bupati Malang Lathifah. Keduanya melihat langsung perkembangan pembangunan jalan yang diharapkan mampu mendorong konektivitas menuju kawasan Malang Selatan.
Baca Juga: Agustus, Pemkab Malang Targetkan Jalur Gondanglegi-Balekambang Mulus
Lathifah menyebut, pembangunan jalan ini berpotensi besar meningkatkan sektor pariwisata, khususnya akses menuju kawasan pantai selatan.
“Kami berharap, dengan pembangunan jalan ini, mampu menambah kunjungan wisata ke Malang Selatan,” ujarnya.
Sebagai informasi, proyek peningkatan jalan menuju Pantai Balekambang ini dibagi menjadi dua paket pekerjaan. Mengacu pada Kerangka Acuan Kerja (KAK) Kementerian PUPR RI, Lot 16B mencakup ruas Wonokerto–Balekambang sepanjang sekitar 14,48 kilometer, sementara Lot 16A menghubungkan Gondanglegi–Wonokerto sepanjang kurang lebih 16 kilometer.
Baca Juga: Tangkal Banjir Soehat, Wagub Jatim Instruksikan Penyesuaian Pintu Air
Sementara itu, Emil menjelaskan bahwa ruas Gondanglegi–Balekambang menjadi bagian penting dari konektivitas menuju jalur Pantai Selatan (Pansela) di Pulau Jawa.
“Jalan ini merupakan sirip penghubung dari Kabupaten Malang dan Kota Malang menuju jalur Pansela. Program ini ditargetkan selesai pada Juli 2027, jadi jangan sampai ada yang tertunda,” tegasnya.
Menurut Emil, pembangunan infrastruktur tersebut akan memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi pariwisata maupun sektor ekonomi seperti perikanan.
Selain meninjau proyek tersebut, Emil juga menyinggung pembangunan jalan provinsi lainnya, yakni ruas Selorejo–Krisik yang akan dilanjutkan hingga wilayah Blitar.
Ia menyebut, proses penetapan lokasi (penlok) untuk proyek lanjutan tersebut telah terbit sejak 19 Januari 2026. Saat ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah melakukan estimasi lahan yang ditargetkan rampung sekitar September mendatang.
“Secara sumber daya, tim sudah siap. Kami berharap prosesnya bisa dipercepat,” pungkasnya.
Editor : Aditya Novrian