MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tiga hari setelah wafatnya Mohammad Imam Muslimin atau Yai Mim, sang istri Rosyida Vignesvari atau Ines akhirnya angkat bicara. Ia mengungkap sejumlah pesan terakhir yang disampaikan suaminya sebelum meninggal dunia.
Saat ditemui di kediamannya di kawasan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kamis (16/4), Ines tampak masih berduka. Mengenakan abaya hitam, ia menyambut awak media dengan wajah sendu, ditemani dua kerabat dan beberapa kucing peliharaan di rumahnya.
Baca Juga: Polisi Beberkan Aktivitas Yai Mim sebelum Meninggal, Sempat Gedor-Gedor Pintu Sel pada Pagi Hari
Ines mengaku, momen terakhir bertemu Yai Mim terjadi pada 9 April 2026 di Polresta Malang Kota. Saat itu, keduanya berkomunikasi melalui fasilitas telepon yang dipisahkan kaca.
Dalam pertemuan tersebut, Yai Mim menyampaikan pesan yang membekas bagi Ines.
“Aku tidak senang kamu diejek-ejek. Aku rela diapakan saja, asal bukan kamu yang dihina,” kenang Ines menirukan ucapan suaminya.
Menurutnya, saat itu Yai Mim terlihat berbeda. Ia beberapa kali melamun dan menatap kosong, seolah menyiratkan firasat tertentu.
Selain itu, Yai Mim juga berpesan agar Ines tetap bersyukur dengan mengucap Alhamdulillah, rutin bersedekah, serta menyempatkan diri berziarah ke makam kedua anaknya.
Dalam pertemuan tersebut, Ines sempat membawakan makanan kesukaan Yai Mim, yakni nasi padang dan buah pepaya.
Kenangan lain yang diingat Ines adalah keinginan Yai Mim untuk menunaikan ibadah haji bersama. Rencana itu belum sempat terwujud hingga kabar duka datang pada Senin (13/4) sekitar pukul 14.00.
Ines mengaku sangat terpukul atas kepergian suaminya. Ia mengenang Yai Mim bukan hanya sebagai pasangan hidup, tetapi juga sosok kakak dan teman berbagi.
“Menjelang akhir hayat dan sebelum masuk tahanan, beliau juga suka memungut kucing di jalan. Total ada tujuh kucing yang diselamatkan,” imbuhnya.
Hingga kini, Ines belum banyak berbicara terkait proses hukum yang sempat menjerat Yai Mim. Ia memilih fokus mengenang pesan dan kenangan terakhir bersama sang suami.
Editor : Aditya Novrian