Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Selamat setelah Tertemper KA Penataran, Warga Singosari Meninggal Dunia

Biyan Mudzaky Hanindito • Senin, 20 April 2026 | 18:29 WIB
Polisi dan polsuska menanyakan kejadian lansia tertemper KA Penataran di Singosari, kemarin. (Istimewa)
Polisi dan polsuska menanyakan kejadian lansia tertemper KA Penataran di Singosari, kemarin. (Istimewa)

SINGOSARI, RADAR MALANG – Korban kecelakaan kereta api Commuter Line Penataran di Singosari yang sempat selamat setelah tertemper dinyatakan meninggal dunia.

Tohari, 65, warga Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Sebelumnya, korban tertabrak KA Commuter Line Penataran jurusan Blitar-Malang-Surabaya Kota pada Minggu pagi (19/4).

Baca Juga: Tertemper KA Penataran di Singosari, Lansia 65 Tahun Selamat meski Terjatuh ke Saluran Air

Saat kejadian, korban berjalan menyusuri rel kereta di wilayah RT 2 RW 3, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari bersama enam anggota keluarganya.

Rombongan disebut tengah berjalan sambil bercengkerama ketika dari arah belakang datang KA nomor perjalanan 425A yang ditarik lokomotif CC201 83 30 Depo Induk Sidotopo, Surabaya.

Kedatangan kereta membuat rombongan berupaya menyelamatkan diri.

Enam orang berhasil menghindar, namun nahas, Tohari tertabrak dan terjatuh ke saluran air di bawah rel.

Baca Juga: Garis Polisi Belum Dilepas, Operasional Gate Bendungan Lahor Tunggu Hasil Gelar Perkara

Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin mengatakan, korban sempat dalam kondisi sadar saat dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSSA Malang untuk mendapat penanganan medis.

“Korban sempat selamat dan sadar saat dievakuasi. Langsung dibawa ke RS Saiful Anwar, Kota Malang,” ujarnya.

Setelah sempat menjalani perawatan selama satu hari, kondisi korban dilaporkan memburuk.

Polisi kemudian menerima kabar korban meninggal dunia pada Senin (20/4) dini hari.

“Kabar terakhir akhirnya korban meninggal dunia dan sudah dibawa ke rumahnya hari Senin (20/4),” imbuh Achmad.

Kasubbag Humas RSSA Malang Donny Iryan Vebri Prasetyo membenarkan informasi tersebut.

Baca Juga: Regulasi Parkir Baru di Kota Malang Resmi Disahkan, Begini Skema Penindakannya

Berdasarkan informasi dari Instalasi Kedokteran Forensik (IKF), korban meninggal sekitar pukul 04.00 WIB.

Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga sekitar pukul 05.00 WIB.

“Informasi dari IKF kami, yang bersangkutan meninggal sekitar pukul 04.00 subuh, dan jenazahnya langsung dibawa keluarganya pukul 05.00,” terang Donny.

 

Editor : Aditya Novrian
#malang hari ini #KA Penataran #Peristiwa