”Lek doyan nakal iku jenenge mursal. Lek doyan utang dan gak tau nyaur iku jenenge sobat ojir,”
MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Maknanya yakni berkelakuan tidak baik atau suka berbuat sesuatu yang menyimpang dari aturan. Singkatnya, mursal bisa diartikan berperilaku buruk.
Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati memperkirakan istilah itu sudah ada sejak lama. Perkiraan dia mulai muncul pada masa kerajaan Mataram Islam. Terbukti, banyak generasi sebelum kemerdekaan yang sempat mengucapkannya.
Baca Juga: Lingua Franca: Nglecis, Bahasa Slang Malang yang Masuk dalam KBJI
Di sisi lain, istilah mursal juga terdapat dalam Bahasa Arab. Namun artinya jauh berbeda jauh dari yang beredar di Jawa. ”Mursal secara bahasa berarti yang diutus atau utusan,” imbuh Restu. Dalam studi Islam, istilah itu paling sering merujuk pada hadits mursal.
Itu merupakan hadits yang diriwayatkan tabi'in (generasi setelah sahabat) tanpa menyebutkan perawi dari golongan sahabat. Karena itu, hadits mursal masuk dalam kategori hadits yang sanadnya terputus. Secara umum, hadits tersebut tergolong dha'if (lemah) karena tidak bersambung.
Baca Juga: Lingua Franca: Sembrani, Istilah Akronim dari Bahasa Indonesia
Makna itu dipastikan tidak punya hubungan dengan arti mursal yang biasa dipakai di Jawa. Di Malang Raya sendiri, istilah mursal masih sering digunakan warga di Malang Selatan. Umumnya digunakan untuk menyebut kenakalan anak atau remaja yang terus berulang. (biy/by)
Editor : A. Nugroho