MALANG KOTA, RADAR MALANG – Malang Plaza pernah menjadi simbol kemajuan dan modernisasi Kota Malang. Berdiri sejak 1985 di kawasan strategis Jalan KH Agus Salim, pusat perbelanjaan ini menjadi saksi perubahan gaya hidup masyarakat selama hampir empat dekade sebelum akhirnya lumpuh akibat kebakaran besar pada Mei 2023.
Jauh sebelum Malang Town Square (Matos), Mal Olympic Garden (MOG), maupun pusat perbelanjaan modern lainnya hadir, Malang Plaza merupakan destinasi utama warga untuk berbelanja, menonton film, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga. Keberadaannya bahkan menjadi salah satu penanda berkembangnya Kota Malang sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan selatan Jawa Timur.
Malang Plaza Menjadi Wajah Modern Kota Malang Era 1980-an
Ketika mulai beroperasi pada 1985, konsep pusat perbelanjaan modern masih tergolong langka di daerah. Kehadiran Malang Plaza langsung menarik perhatian masyarakat karena menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan pasar maupun pertokoan konvensional.
Lokasinya yang berada di pusat kota membuat kawasan tersebut cepat berkembang menjadi titik keramaian baru. Pada akhir pekan, ribuan warga datang untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga, membeli pakaian, menikmati hiburan, atau sekadar berjalan-jalan bersama keluarga.
Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, Malang Plaza bukan hanya pusat perdagangan. Tempat itu menjadi ruang sosial yang menyimpan banyak kenangan. Tidak sedikit warga yang pertama kali menonton film di bioskop melalui gedung tersebut. Banyak pula yang menjadikannya lokasi berkumpul bersama teman, berbelanja perlengkapan sekolah, hingga menikmati masa remaja.
Bertahan di Tengah Gempuran Mal Modern
Memasuki awal 2000-an, peta bisnis pusat perbelanjaan di Kota Malang mulai berubah. Sejumlah mal dengan konsep lebih modern bermunculan dan menawarkan fasilitas yang lebih lengkap.
Baca Juga: Malang Plaza Kebakaran Hebat! Ini Link Video Peristiwanya
Kehadiran Matos, MOG, hingga pusat perbelanjaan baru lainnya membuat persaingan semakin ketat. Perlahan, posisi Malang Plaza sebagai pusat keramaian utama mulai tergeser.
Namun, Malang Plaza tidak langsung kehilangan denyut kehidupannya. Pengelola memilih melakukan transformasi dengan memperkuat identitas sebagai pusat penjualan telepon seluler, perangkat elektronik, komputer, hingga layanan servis.
Perubahan itu berhasil membuat Malang Plaza tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ratusan kios memenuhi hampir seluruh lantai bangunan dan menjadikannya salah satu sentra gadget terbesar di Malang Raya.
Meski tak lagi seramai masa kejayaannya, aktivitas perdagangan tetap berlangsung setiap hari. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah menggantungkan mata pencaharian mereka dari kios-kios yang telah ditempati selama bertahun-tahun.
Revitalisasi Heritage yang Sempat Membangkitkan Harapan
Harapan untuk menghidupkan kembali daya tarik Malang Plaza sempat muncul pada 2022. Pengelola melakukan revitalisasi bangunan dengan mengusung konsep heritage yang menyesuaikan karakter kawasan Kota Lama Malang.
Fasad bangunan dipercantik dengan nuansa arsitektur klasik yang berbeda dari tampilan sebelumnya. Revitalisasi itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan citra Malang Plaza sebagai salah satu ikon kota.
Banyak pihak berharap langkah tersebut mampu menarik kembali minat masyarakat dan wisatawan untuk datang ke kawasan tersebut.
Kebakaran 2 Mei 2023 Mengubah Segalanya
Harapan itu runtuh pada dini hari 2 Mei 2023. Api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar hingga melalap sebagian besar bangunan Malang Plaza.
Kobaran api menyebar ke berbagai sudut gedung yang dipenuhi kios dan material mudah terbakar. Petugas pemadam kebakaran dari Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu diterjunkan untuk mengendalikan situasi.
Baca Juga: Dewan Kembali Panggil Malang Plaza
Selama berjam-jam, proses pemadaman berlangsung di tengah kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru kota. Warga berbondong-bondong datang menyaksikan peristiwa yang menjadi salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah pusat perbelanjaan di Malang.
Saat api berhasil dipadamkan, kondisi bangunan mengalami kerusakan parah. Sebagian besar area pertokoan hangus terbakar. Atap roboh dan ratusan kios terdampak. Banyak pedagang kehilangan tempat usaha yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghasilan mereka.
Menjadi Bagian dari Sejarah Kota Malang
Lebih dari dua tahun setelah kebakaran, bangunan Malang Plaza masih berdiri di pusat kota sebagai pengingat perjalanan panjang sebuah ikon yang pernah menjadi kebanggaan warga Malang.
Baca Juga: Tenant Gadget di Mal Sarinah Tinggal Setengah, 35 Eks Pedagang Malang Plaza Masih Bertahan
Bagi sebagian orang, kebakaran tersebut bukan hanya menghilangkan sebuah pusat perdagangan. Peristiwa itu juga menghapus sebagian kenangan kolektif masyarakat yang tumbuh bersama Malang Plaza.
Dari simbol modernisasi Kota Malang pada era 1980-an, berkembang menjadi pusat elektronik dan gadget yang legendaris, hingga akhirnya berhenti beroperasi setelah musibah besar, Malang Plaza telah menorehkan jejak penting dalam sejarah perkembangan kota.
Bangunan itu mungkin tidak lagi ramai seperti dulu. Namun bagi generasi yang pernah merasakan masa jayanya, Malang Plaza akan selalu dikenang sebagai tempat yang merekam perubahan zaman dan perjalanan Kota Malang dari masa ke masa.
Editor : Aditya Novrian