Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Tebu Kabupaten Malang Tembus 4,29 Juta Ton, Gondanglegi dan Bantur Jadi Penyumbang Terbesar

Indah Mei Yunita • Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB
Antrean truk tebu di PG Kebon Agung, Pakisaji, Kabupaten Malang (DARMONO/RADAR MALANG)
Antrean truk tebu di PG Kebon Agung, Pakisaji, Kabupaten Malang (DARMONO/RADAR MALANG)

KABUPATEN, RADAR MALANG – Produksi tebu di Kabupaten Malang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, produksi tebu pada 2025 mencapai 4,29 juta ton atau meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kecamatan Gondanglegi dan Bantur menjadi wilayah dengan produksi tebu terbesar di kabupaten ini.

Peningkatan produksi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada gula nasional. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan produktivitas lahan melalui program bongkar ratun agar hasil panen petani tetap optimal dari tahun ke tahun.

Gondanglegi dan Bantur Menjadi Sentra Produksi Tebu Terbesar

Gondanglegi menjadi kecamatan dengan produksi tebu tertinggi di Kabupaten Malang. Pada 2025, wilayah tersebut menghasilkan 439,92 ribu ton tebu. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Bantur dengan produksi mencapai 402,98 ribu ton.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Tebu Nasional dengan Bongkar Ratoon di Malang

Seluruh hasil panen tersebut dipasok ke sejumlah pabrik gula di Kabupaten Malang maupun di luar daerah, seperti Blitar dan Kediri, untuk memenuhi kebutuhan industri gula nasional.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengatakan, produktivitas Gondanglegi didukung oleh karakteristik lahan yang sangat sesuai untuk budidaya tebu. Selain itu, mayoritas petani masih mengandalkan varietas Bululawang (BL) yang dikenal memiliki produktivitas tinggi.

"Kecamatan Gondanglegi memang lahan paling produktif untuk menanam tebu," ujarnya saat menghadiri kegiatan bongkar ratun di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kamis (19/6).

Produksi Tebu Kabupaten Malang Terus Meningkat

Data BPS Kabupaten Malang menunjukkan produksi tebu mengalami kenaikan secara konsisten dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, produksi tercatat sebesar 4,02 juta ton. Setahun kemudian meningkat menjadi 4,21 juta ton, dan kembali naik menjadi 4,29 juta ton pada 2025.

Kenaikan tersebut mencerminkan masih besarnya potensi sektor perkebunan tebu di Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah penyangga industri gula di Jawa Timur.

Baca Juga: Progres Penanaman Tebu Baru di Kabupaten Malang Mencapai 97 Persen

Program Bongkar Ratun Digenjot untuk Menjaga Produktivitas

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan hasil panen, pemerintah menggencarkan program bongkar ratun di berbagai sentra tebu. Program ini dilakukan dengan mengganti tanaman tebu lama menggunakan bibit baru yang lebih produktif.

Heru menjelaskan, metode rawat ratun atau memanfaatkan tunas dari tanaman sebelumnya hanya efektif dilakukan selama lima hingga enam tahun. Setelah melewati usia tersebut, produktivitas tanaman cenderung menurun sehingga perlu dilakukan peremajaan.

"Ini bagian dari upaya untuk mendorong produksi dan produktivitas tebu untuk swasembada gula nasional," katanya.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, pabrik gula, hingga petani. Dengan peremajaan tanaman secara bertahap, produktivitas tebu di Kabupaten Malang diharapkan terus meningkat sekaligus memperkuat pasokan gula nasional.

Editor : Aditya Novrian
#produksi tebu Kabupaten Malang #bongkar ratun #swasembada gula #bantur #gondanglegi