Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Progres Penanaman Tebu Baru di Kabupaten Malang Mencapai 97 Persen

G
Penulis: Galih R Prasetyo❯
PERCEPATAN SWASEMBADA GULA: Salah satu lahan tebu di Desa Pringu, Bululawang, Kabupaten Malang diharapkan terus produktif untuk mendukung produksi gula lokal.
PERCEPATAN SWASEMBADA GULA: Salah satu lahan tebu di Desa Pringu, Bululawang, Kabupaten Malang diharapkan terus produktif untuk mendukung produksi gula lokal.

KEPANJEN - Percepatan swasembada gula terus diupayakan pemerintah pusat. Termasuk di Kabupaten Malang. Pemerintah pusat memberi jatah bongkar ratoon atau penanaman kembali tebu yang dimulai pada awal November 2025 lalu.


Advertisement

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna Medisica Sani Putera menyampaikan, pada tahap pertama, Kabupaten Malang ditarget mampu menanam di 1.109,49 hektare lahan. ”Dari jumlah tersebut, petani kami sudah menanam di 1.071 hektare lahan. Sehingga progresnya 97 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dengan capaian tersebut, pihaknya segera mengusulkan penambahan bongkar ratoon. Satu tujuannya untuk memaksimalkan produksi tebu di wilayahnya. ”Ada rencana penambahan potensi lahan 350 hektare. Kalau bisa tahun ini kami usulkan, atau bisa juga tahun depan,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Sebagai informasi, bongkar ratoon yakni mengganti tanaman tebu lama dengan tanaman baru terus diupayakan. Sebab, rawat ratoon atau menggunakan tanaman lama untuk produksi hanya efektif dilakukan selama 5-6 tahun. Lebih dari jangka waktu tersebut, kualitas produksi tanaman tebu akan menurun.

Advertisement

Dia melihat, masyarakat menerapkan rawat ratoon sampai 10 tahun. Oleh karena itu, dilakukan bongkar ratoon untuk meningkatkan produktivitas. ”Dengan bongkar ratoon ini, kami memproyeksikan ada peningkatan produksi sebesar 3 persen atau 130.500 ton tebu,” ujar Avi.

Terdapat beberapa varietas tebu yang saat ini ditanam masyarakat. Namun yang paling populer, varietas Bululawang (BL) yang masak akhir dan pringu yang masak awal. Dua varietas tersebut juga dianggap sebagai unggulan di Kabupaten Malang. Namun, varietas yang ditanam pada akhir tahun ini yakni tebu BL. Tebu tersebut diproyeksikan akan panen pertengahan tahun 2026.

Dengan bertambahnya produksi tebu, diyakini membuat kesejahteraan petani akan semakin meningkat. Selain itu, Kabupaten Malang bisa berkontribusi dalam mendukung program swasembada gula. Avicenna memastikan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya petani tebu supaya dapat meningkatkan produktivitasnya. (yun/gp).

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Penampungan Hewan Ganggu Akses Irigasi

Penampungan Hewan Ganggu Akses Irigasi

Bangunan penampungan anjing dan kucing milik Pak Dur alias Hadi Wiyono di Dusun Sukosari, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, menjadi sorotan setelah inspeksi Satpol PP Kabupaten Malang, Senin (5/10). Bangunan itu

Tekan Angka Stunting lewat Sembilan Kebun Benih Desa

Tekan Angka Stunting lewat Sembilan Kebun Benih Desa

Ada cara baru dalam menekan angka stunting (pertumbuhan terhambat) di Kabupaten Malang. Yakni membangun sembilan Kebun Benih Desa (KBD) di kantong-kantong stunting. Leading sektornya adalah Dinas Tanaman Pangan,

Pertanian Bawang Putih Terdampak Cuaca

Pertanian Bawang Putih Terdampak Cuaca

Bawang putih merupakan salah satu produksi pertanian yang terimbas kemarau panjang. Itu terlihat dari minimnya lahan yang panen. Dari total 20 hektare tanaman bawah putih, hasil panen dalam kurun delapan bulan ini,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer