Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jelang Muktamar NU, Pengasuh Pesantren dan Anak Muda di Malang Serukan 9 Pesan Moral

Aditya Novrian • Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01 WIB
Sejumlah pengasuh pondok pesantren, akademisi, santri, dan anak muda di Kabupaten Malang menghasilkan sembilan seruan moral menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Rabu (9/7). (Istimewa)
Sejumlah pengasuh pondok pesantren, akademisi, santri, dan anak muda di Kabupaten Malang menghasilkan sembilan seruan moral menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Rabu (9/7). (Istimewa)

MALANG,  RADAR MALANG – Sejumlah pengasuh pondok pesantren, akademisi, santri, dan anak muda di Kabupaten Malang menghasilkan sembilan seruan moral menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Seruan tersebut lahir dalam forum "Jagongan Jelang Muktamar NU" yang membahas peran pesantren, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan sebagai fondasi menghadapi abad kedua NU.

Forum yang berlangsung sekitar tiga jam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid, Ganjaran, Gondanglegi, Rabu malam (9/7), dihadiri sejumlah tokoh pesantren, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga pegiat media. Diskusi menjadi ruang bertukar gagasan mengenai arah NU dan penguatan peran pesantren di tengah perubahan sosial.

Pesantren Didorong Tetap Menjadi Pilar Peradaban

Salah satu pesan utama forum adalah pentingnya mengembalikan pesantren sebagai pusat pembentukan karakter, ilmu pengetahuan, sekaligus kebudayaan. Para peserta juga menilai pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

Baca Juga: Ngaji Jumat Asbabun Nuzul: Surat Ad Dhuha Turun ketika Malaikat Jibril Lama Tidak Bawakan Wahyu untuk Nabi

Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Al Hamid KH Atho' Lukman Hakim mengingatkan seluruh kader NU agar meluruskan niat dalam berkhidmat.

"Semua aktivitas harus diniatkan untuk mencari rida Allah SWT. Kita harus menempatkan Allah SWT sebagai pusat dari setiap tindakan yang dilakukan," ujarnya.

Menurut dia, pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu. Lebih dari itu, pesantren merupakan cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang selama ini mampu menjawab tantangan ekonomi maupun budaya masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Rakyat sekaligus Ketua ISNU Kabupaten Malang KH Abdullah Sam menegaskan pentingnya menjaga tradisi ruhani yang telah diwariskan para kiai.

"Pesantren memiliki peran besar dalam sejarah bangsa. Karena itu, PBNU diharapkan tetap menjadi organisasi yang independen dan tidak berada di bawah intervensi pihak mana pun," katanya.

CEO Sabda Academy M. Yasin Arief menambahkan, citra positif pesantren perlu terus diperkuat melalui narasi yang baik. Selain itu, pesantren juga didorong memperkuat penguasaan teknologi, sains, dan cara berpikir modern.

Hal senada disampaikan CEO Tugu Media Group Irham Thoriq. Menurutnya, pesantren perlu menyiapkan santri menghadapi perubahan dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri melalui pendidikan vokasi dan peningkatan kreativitas.

Sembilan Seruan Moral Jelang Muktamar NU

Sebagai hasil diskusi, forum merumuskan sembilan poin rekomendasi yang diharapkan menjadi perhatian menjelang Muktamar NU, yakni:

  1. Kader dan pengurus NU diminta kembali meluruskan niat untuk berkhidmat dengan ikhlas demi mencari rida Allah SWT.
  2. NU diharapkan kembali pada khittah sebagai kekuatan masyarakat sipil yang melayani kebutuhan umat.
  3. Agama, budaya, dan negara perlu terus dirajut agar saling menguatkan.
  4. Pesantren didorong membangun narasi positif sekaligus mengembangkan sains, teknologi, dan pola pikir sesuai perkembangan zaman.
  5. Pesantren dan NU diminta terbuka terhadap kritik dan masukan.
  6. Pesantren perlu menyiapkan santri menghadapi dunia industri melalui pendidikan vokasional dan pola pikir global.
  7. Seluruh jenjang pendidikan diharapkan menerapkan uji kemampuan membaca Al-Qur'an sebagai syarat kelulusan.
  8. Sistem pendidikan pesantren dinilai terbukti melahirkan banyak tokoh bangsa sehingga harus semakin percaya diri memasuki abad kedua NU.
  9. PBNU diharapkan tetap independen dan bebas dari intervensi pihak eksternal maupun kepentingan politik tertentu.
Editor : Aditya Novrian
#Pesantren Malang #Jagongan Jelang Muktamar NU #Pengasuh Pesantren #muktamar nu #PBNU