Salah satu penyebabnya adalah potensi terjadinya longsor susulan bersama air hujan di titik tersebut. Hal itu karena sudah terbentuk alur di tebing. Sehingga, air hujan bercampur lumpur terus mengalir selama hujan belum reda. ”Sekarang sudah selesai pembersihan material, termasuk juga sudah dilakukan penyemprotan oleh tim Damkar. Tapi longsor susulan yang dibawa air hujan bercampur lumpur terus ada,” kata Kepala BPBD Kota Batu Agung Sedayu, Jumat malam (5/2).
Jika jalur dibuka, dikhawatirkan akan membahayakan bagi pengendara. Sehingga, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Polres Batu dan Dishub Kota Batu. ”Kami koordinasi dengan pihak terkait, apaka perlu ditutup sementara hingga pembuatan tanggul di atas (bagian atas tebing yang longsor),” jelas mantan Kabid Bina Marga ini.
Dia menjelaskan, tanggung ini berfungsi untuk menahan air hujan dari atas. Sehingga, air hujan tidak mengalir melalui bekas longsor tadi. ”Tapi ini (pembuatan tanggul) bisa dilakukan setelah hujan reda,” jelas dia.
Seperti diketahui, sore tadi terjadi longsor susulan di Payung II. Dimana material longsor menutup jalan. Sehingga, jalur Pujon-Batu lewat jalan Jalan Brigjen Moh. Manan (Payung II) atau sebaliknya tidak bisa dilalui kendaraan.
Pewarta: Imam N
Editor : Ahmad Yani