Namun, dalam rencana tersebut ada beberapa poin yang menjadi perhatian pemkot. ”Ya, ada tiga poin yang menjadi masukan saya pada detail engineering design (DED),” papar Wali Kota Malang Sutiaji, kemarin (29/6) pada focus group discussion (FGD) membahas pembangunan Taman Kedungkandang.
Pertama, Sutiaji menginginkan adanya jaminan masalah keamanan. Jangan sampai nanti keamanan pengguna jalan beserta pemanfaat taman tersebut menjadi terganggu. Kedua, berkaitan dengan mempertahankan eksisting bangunan yang sudah ada di sekitar Jembatan Kedungkandang.
Terakhir, perihal pemberian nama. Orang nomor satu di Kota Malang itu belum sepakat jika taman yang akan dibangun di bawah Jembatan Kedungkandang diberi nama Taman Kedungkandang.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan bahwa pembangunan taman ini memakan anggaran sekitar Rp 800 juta. Konsep taman yang bakal dibangun yakni taman aktif. Jadi, masyarakat bisa menikmati taman untuk wisata, maupun bermain.
”Kami sudah konsep seperti itu supaya taman ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Wahyu.
Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang ini mengatakan, akan ada perbaikan DED taman. Yang kemudian diserahkan kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dilakukan pelelangan.
”Insya Allah minggu ini DED final sudah rampung, dan akan segera dilakukan pembangunan pada tahun ini juga. Karena masuk APBD induk DLH Kota Malang tahun 2021,” tutup Wahyu. (adn/mas/rmc)
Editor : Shuvia Rahma