Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terungkap! Pembunuh Bagus Bermortif Asmara dan Harta

Mardi Sampurno • Selasa, 19 April 2022 | 19:00 WIB
Photo
Photo
SURABAYA - Ziath Ibrahim Bal Biyd. Itulah nama lengkap pembunuh Bagus Prasetya Lazuardi, 25, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) yang mayatnya ditemukan di Purwodadi, Pasuruan, 12 April lalu. Kemarin (18/4), wajah dan identitas pria 35 tahun itu dipamerkan kepada awak media oleh penyidik Polda Jatim. Motif utama pembunuhan ternyata sesuai dengan desas-desus yang sudah menyebar beberapa hari terakhir.

Pria keturunan Arab itu menyukai TS, anak tirinya sendiri, yang selama sebulan terakhir berpacaran dengan Bagus. Bahkan Ziath dikabarkan sudah punya niat rencana menikahi TS. Motif lainnya adalah keinginan untuk menguasai mobil dan uang milik korban. Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Dirmanto menyatakan, penyidik menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Sebab, Ibrahim tidak hanya melakukan pembunuhan. Namun juga mengambil barang dan uang korban. ”Untuk pembunuhan, menurut penyidik, memenuhi unsur berencana,” katanya di Gedung Bidhumas Polda Jatim kemarin (18/4).

Ziath yang kemarin berpenampilan plontos digelandang petugas Ditreskrimum Polda Jatim dari Rutan Dirtahti ke ruang konferensi pers pukul 10.00. Di hadapan awak media, pria keturunan Arab itu lebih banyak menutup wajahnya dengan baju, meski sudah mengenakan masker. Wakil Direskrimum Polda Jatim AKBP Ronald A. Pasaribu memaparkan, petunjuk untuk mengungkap kasus itu berasal dari kabar adanya penjualan mobil tanpa pelat nomor polisi dan surat-surat. Jenisnya sama dengan kendaraan korban yang dilaporkan hilang, yakni, Toyota Innova.

Dugaan kendaraan itu milik korban menjadi kenyataan setelah dilakukan pengecekan. Pria berinisial HE yang ”menguasai” kendaraan itu kemudian diperiksa. Kepada polisi, HE berdalih hanya membantu menjualkan mobil atas perintah Ziath. Berdasar penjelasan itu, tersangka kemudian diamankan. ”Dugaan kami kalau pelakunya orang dekat korban terbukti,” kata Ronald. Mantan Kapolres Magelang tersebut menuturkan, tersangka selama ini sering meminta uang kepada korban. Dalihnya, penghasilan sebagai tukang ojek tidak tentu.

Korban dijadikan sasaran karena dianggap berasal dari keluarga berada. “Nominal permintaannya tidak tentu. Alasan buat beli bensin atau rokok,” paparnya. Sebelum kejadian, tersangka sempat minta uang lagi. Tetapi, korban mengaku tidak punya. Bagus beralasan simpanannya hanya cukup untuk ongkos pulang ke Tulungagung. Penolakan itu membuat tersangka emosi. Ziath bahkan bertindak nekat dengan merencanakan pembunuhan untuk menguasai barang-barang milik Bagus.

Di luar itu, dia juga memendam kekesalan karena korban menjadi pacar anak tirinya. ”Tersangka diam-diam suka dengan anak tirinya sendiri. Rasa sayangnya bukan seperti orang tua ke anak, tetapi lawan jenis,” jelasnya. (edi/biy/jar/fat) Editor : Mardi Sampurno
#Bagus Prasetya Lazuardi #polda jatim #Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya #Terungkap #radar malang #pembunuh